Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir mengatakan ASEAN akan mendorong proses perundingan Laut China Selatan antara Beijing dengan Filipina. Hal itu sudah dengan jelas tertulis dalam komunike bersama yang dikeluarkan saat pertemuan tingkat menteri ASEAN di Vientiane, Laos.
" Kami (ASEAN) merasa perlu untuk mendorong China dan Filipina untuk melakukan perundingan," kata pria akrab disapa Tata saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (28/7).
Sementara itu, Tata terus menegaskan fokus Indonesia adalah menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan sengketa. Sementara itu, karena ada lima negara yang memiliki masalah perbatasan dengan China di kawasan Laut China Selatan, maka kesatuan ASEAN sangat diperlukan.
"Indonesia berinisiatif untuk memulai perdamaian persatuan untuk menjaga kawasan," ungkapnya.
Dorongan perundingan ini dilakukan setelah adanya putusan dari mahkamah internasional. Sementara itu, dalam pertemuan Tingkat Menteri (AMM) di Laos, upaya diplomat ASEAN menyinggung putusan Badan Arbitrase Internasional yang memenangkan Filipina gagal. Sekutu China di kawasan, terutama Kamboja dan Laos, menolak kata-kata tentang arbitrase masuk dalam komunike bersama para menlu.