Serangan bom Turki buat takuti turis Barat kunjungi negara muslim

Mesir dan Tunisia juga bernasib sama seperti Turki.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Serangan bom Turki buat takuti turis Barat kunjungi negara muslim
Bom di Bandara Istanbul. ©2016 REUTERS/Osman Orsal

Serangan bom bunuh diri di Bandara Ataturk, Istambul, Turki tiga hari lalu menurut pengamat dapat disebut sebagai upaya menakut-nakuti turis Barat mengunjungi negara muslim.Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang selama ini mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan bom di Eropa kini menyasar negara-negara yang menjadi favorit wisata warga Eropa dan Inggris.Meski belum ada kelompok mengaku dalang bom bunuh diri di Turki, namun ISIS disebut-sebut sebagai pelaku serangan.Sebelumnya sejumlah serangan bom juga sudah menyasar Mesir dan Tunisia, keduanya negara mayoritas muslim.Dikutip dari koran the Daily Mail, Kamis (30/6), pengamat menilai kelompok militan ingin memperluas kepanikan ke Eropa selatan dan Afrika Utara.Mereka dengan demikian juga menyasar ekonomi negara yang jadi target serangan. Sektor wisata tentu menjadi yang paling terpukul akibat serangan bom semacam itu."Saya sudah sering ke Istambul selama 15 tahun, tapi kali ini saya merasa tidak akan kembali lagi ke sini," ujar turis asal Iran bernama Husein Kokmus."Serangan ini kemungkinan di lakukan ISIS untuk melemahkan ekonomi Turki karena menyasar bandara sebelum memasuki musim panas, masa ketika puncaknya turis datang," ujar Ege Seckin, pengamat terorisme.Dalam setahun terakhir sudah 200 orang tewas dan ribuan lainnya luka akibat serangan bom di IStambul dan Ankara.Serangan bom bunuh diri di Alun-alun Sultanahmet Januari lalu menewaskan sebelas turis Jerman. Dua bulan kemudian tiga warga Israel dan seorang warga Iran tewas dalam pengeboman di kawasan belanja Istiklal. Bom mobil pada Februari dan Maret juga menewaskan 63 orang.Bagi negara yang mengandalkan bangunan-bangunan bersejarah seperi Masjid Biru dan gereja Hagia Sophia, serangan bom cukup membuat ekonomi negara limbung.Menurut data pemerintah, jumlah turis yang mengunjungi Turki pada bulan lalu mencapai 2,48 juta, turun 34,6 persen dari bulan yang sama tahun lalu.Turki tidak sendirian.Industri pariwisata di Mesir dan Tunisia juga kena pukulan telak. Sebanyak 38 orang tewas Juni tahun lalu di Sousse, Tunisia, ketika seorang pria bersenjata menyerang sebuah hotel. Sebanyak 30 orang warga Inggris tewas dalam serangan itu.Angka wisatawan asing di Tunisia turun 25 persen dibanding tahun lalu. Jumlah itu ikut menurunkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,8 persen dari tahun sebelumnya 2,3 persen.

Rekomendasi