Terjerat kasus rasuah, Menteri Anti-Korupsi Brasil mundur

Percakapannya dengan ketua senat dan mantan senator tentang cara menghindari penyelidikan dari penuntut terkuak.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Terjerat kasus rasuah, Menteri Anti-Korupsi Brasil mundur
Fabiano Silveira. ©2016 Merdeka.com

Baru 18 hari masuk dalam pemerintahan kabinet interim Brasil, Fabiano Silveira, Menteri Anti-Korupsi mengundurkan diri. Silveira terpaksa harus mundur dari jabatannya karena terjerat kasus korupsi.

Sang menteri mundur usai rekaman percakapannya yang berniat mengintervensi kasus korupsi di perusahaan minyak negara, muncul ke hadapan publik.

Silveira ditugaskan untuk memimpin kementerian yang mengurus kasus korupsi. Namun, dalam rekaman tersebut, dia berusaha mencoba memberikan saran kepada Ketua Senat Renan Claheiros dan seorang mantan Senator, Sergio Machado, cara menghindari penyelidikan dari penuntut.

Rekaman percakapan itu disiarkan melalui TV Globo, hal ini yang membuat posisinya tidak bisa dipertahankan. Ditambah lagi, puluhan pegawai negeri sipil (PNS) berunjuk rasa di depan kantornya Senin pagi, seperti dilaporkan The Guardian, Selasa (31/5).

"Ini satu-satunya cara berkomitmen serius di hadapan publik untuk mendukung operas dan melawan korupsi," tulis koran lokal O Globo.

Dalam rekaman yang diputar di sebuah acara televisi menunjukkan bahwa Silveira juga mengkritik penyelidikan dari Petrobras. Penyelidikan dari Petrobras sendiri berujung pada ditangguhkannya jabatan dari Dilma Rousseff sebagai Presiden Brasil.

Kritikan dari Silveira itu ditujukan kepada penahanan dari beberapa politisi senior dan berujung pada penahanan para petinggi perusahaan di Brasil.

Kemunduran Silveira dalam kabinet baru ini bukan yang pertama. Pekan lalu, Menteri Perencanaan Brasil Romero Juca, yang juga dikenal sebagai penasihat Presiden Temer mundur dengan alasan yang sama.

Rekomendasi