Menjelang akhir masa jabatan, Presiden Barack Obama mendapat tawaran pekerjaan dari seorang pengacara Emirat untuk perkenalan Obama dengan 'toleransi Islam', sumber berita Gulf. Pengacara bernama Elsa Bin Haidar ini menuliskan niatannya di akun Twitter pribadinya akhir pekan kemarin.
Haidar juga sanggup menggaji Presiden Obama, bila bersedia bekerja di kantor hukumnya dan tinggal di Dubai usai masa jabatannya yang tersisa 245 hari lagi.
"Presiden Obama saya tawarkan sebuah pekerjaan di kantor saya, gaji, tempat tinggal, tiket perjalanan pesawat," lanjut cuitan Haidar, seperti dikutip laman Al Arabiya English, Selasa (17/5).
Berbicara kepada Gulf, langkah Haidar ini didasari pandangan media barat dan Amerika yang menilai Islam sebagai sebuah agama teror dan mengkategorikan Muslim adalah teroris. "Tentu saja hal itu adalah tidak benar," paparnya.
Menurutnya, satu-satunya langkah barat untuk bisa menerima dan mengerti Islam dan Muslim adalah dengan tinggal bersama lingkungan kami di sini.
"Ketika Presiden Obama meninggalkan kantornya di Gedung Putih, saya tawarkan beliau bekerja di kantor hukum saya, sehingga dia bisa tinggal di negara Arab dan para Muslim, serta belajar arti sesungguhnya dari bertoleransi," pungkas Haidar.
Meski begitu, Haidar tidak menyangkal bila tawarannya adalah hal yang sedikit aneh.
"Anda (Obama) harus tinggal bersama para Muslim untuk tahu mereka lebih dekat dan meninggalkan panggung politik yang dipelopori Amerika Serikat," tutupnya.