Dua negara pecahan Uni Soviet yang sempat berseteru, Azerbaijan dan Armenia, akhirnya sepakat melakukan gencatan senjata dalam konflik kawasan Nagorno-Karabakh, kawasan semi-otonom yang tidak diperintah siapapun di tahun 1994. Gencatan senjata terlahir setelah dua petinggi negara bertemu di Wina pada Senin kemarin.
Diberitakan Channel News Asia, Selasa (17/5), presiden Armenia dan presiden Azerbaijan mengulangi komitmen mereka untuk mengambil langkah gencatan senjata untuk menghentikan konflik kawasan semi-otonom tersebut. Hal ini merupakan hasil dari pernyataan bersama tiga negara besar, yakni Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia.
Selain sepakat gencatan senjata, Presiden Armenia Serzh Sarksyan and Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev juga sepakat untuk pembicaraan lebih lanjut terkait kesepakatan lokasi bersama, dengan tujuan rumusan pembicaraan penyelesaian yang komprehensif pada Juni mendatang.
Saat ini, peta internasional masih memasukkan Nagorno-Karabakh sebagai wilayah Azerbaijan. Ini adalah jalan tengah, agar Armenia maupun Azerbaijan berhenti berperang. Namun negosiasi untuk menuntaskan batas wilayah sampai sekarang belum tercapai.