Ke Inggris, Jokowi bertemu PM Cameron dan pidato depan parlemen

Kunjungan ke Inggris dimulai dari 18 hingga 20 April.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Ke Inggris, Jokowi bertemu PM Cameron dan pidato depan parlemen
Presiden Jokowi. ©Setpres RI/Cahyo

Presiden Indonesia Joko Widodo, berkunjung ke Inggris mulai 18 hingga 20 April. Keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang diterima merdeka.com menyebutkan, Presiden Jokowi akan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan akan berpidato di depan Parlemen Inggris.

Kunjungan keliling Eropa ini, khususnya Inggris dilakukan untuk meningkatkan investasi, budaya toleransi, pendidikan, organisasi olahraga dan industri kreatif di Inggris.

"Presiden Jokowi akan bertemu Perdana Menteri Inggris untuk mendiskusikan tentang upaya memperkuat hubungan kerja sama bilateral dan meningkatkan hubungan politik, ekonomi dan sosial budaya kedua bangsa maritim," seperti dikutip dari keterangan Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, Senin (18/4).

Tak hanya berpidato di depan dewan Parlemen Inggris, Presiden Jokowi juga akan memberitakan pernyataan di hadapan para delegasi Organisasi Internasional Maritim PBB yang berpusat di London.

Pada hari terakhir di Inggris, mantan Gubernur Jakarta itu akan bertemu dengan para pengusaha di Negeri Kerajaan tersebut.

"Presiden mengundang mereka untuk lebih merekatkan hubungan business-to-business di antara kedua negara."

Membawa sedikitnya 50 pebisnis Indonesia, Jokowi juga memboyong menteri-menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja, di antaranya adalah Menteri Koordinasi Ekonomi Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Koordinasi Investasi Franky Sibarani dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Kunjungan keliling Eropa ini dimulai sejak kemarin dan dimulai dari Jerman. Usai kunjungan ke Inggris, Jokowi akan melanjutkan lawatannya ke Belgia dan Belanda.

Rekomendasi