WNI korban bom Belgia akan dijenguk ibunya

Wanita WNI bersuamikan warga Belgia itu kondisinya membaik. Terkena bom saat hendak pulang ke Tanah Air

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
WNI korban bom Belgia akan dijenguk ibunya
kepanikan saat serangan bom di bandara belgia. ©2016 REUTERS/Ketevan Kardava/Courtesy of 1tv.ge/Handout

Kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban bom bunuh diri di Bandara Zaventem, Ibu Kota Brussles, Belgia dikabarkan terus membaik. Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir. Tata, sapaan akrabnya, mengatakan ibu dari korban itu akan datang ke Brussels untuk melihat perkembangan anaknya.

"Info yang saya terima sore kemarin, kondisi korban semakin membaik. Kita akan doakan terus supaya semakin baik lagi. Ibu korban bahkan akan datang ke Belgia," kata Tata, di Kemlu, Selasa (29/3).

Kepala Badan Administrasi Menteri (BAM) Kemlu ini mengatakan pihak KBRI akan membantu proses kedatangan sang bunda.

"KBRI akan membantu memfasilitasi perizinan mulai dari visa, dan lainnya. Dan juga sang ibu akan ditemani salah satu keluarga," kata Tata.

Ada dua pemegang paspor Indonesia yang menjadi korban bom bunuh diri di Brussels. Ketiganya terdiri atas perempuan bersama dua anak kandungnya yang berusia 4 dan 6 tahun yang sedang mengantre check-in di loket Etihad. Dua anak itu memiliki kewarganegaraan ganda. Dari informasi yang dikumpulkan, WNI perempuan ini bernama Meilissa Aster Ilona.

Sang ibu dan anak perempuannya sempat di rawat intensif di ruang ICU dan dalam kondisi kritis. Namun kini mereka berdua telah menunjukkan perkembangan positif.‎ Anak laki-laki Ilona kabarnya hanya menderita luka ringan.

Rekomendasi