Aksi militer Turki yang menembak jatuh Sukhoi Su-24 telah meningkatkan tensi ketegangan dengan tetangganya Rusia. Satu dari dua pilot berhasil selamat, sedangkan seorang lagi diduga ditembak mati militan Suriah.Serangan tersebut bikin berang Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia segera memerintahkan prajuritnya menempatkan meriam anti-serangan udara di perbatasan Suriah-Turki. Tak hanya itu, Putin juga mengungkap kerja sama jual beli minyak mentah antara Turki dan ISIS.
Sukhoi Su-24 Rusia ©2015 Istimewa
Tak hanya itu, Rusia juga menerapkan sanksi ekonomi terhadap Turki. Tindakan itu segera dibalas dengan menahan sejumlah kapal niaga berbendera Rusia yang sedang merapat di pelabuhan-pelabuhan negeri yang dipimpin Recep Tayyip Erdogan.Menghadapi ancaman tersebut, Erdogan tak tinggal diam. Dia melawan dengan menelepon sejumlah pejabat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Turki berusaha bertahan dengan pelbagai serangan yang dilakukan Putin terhadap negerinya.
Presiden Rusia Vladimir Putin ©2015 Merdeka.com
Meski demikian, kedua belah pihak menahan diri untuk tidak meningkatkan tensinya menjadi peperangan. Tetapi hubungan Turki dan Rusia tak akan lagi mesra seperti dulu.Walaupun tak berada dalam ancaman perang, pasukan elite kedua negara tetap bersiaga menghadapi semua kemungkinan. Siapa mereka? Ini rangkumannya.
Advertisement
Advertisement
Rusia memiliki pasukan khusus bernama Spetsnaz. Pasukan ini cukup berpengalaman dalam menangani pertempuran, termasuk invasi Uni Soviet di Afghanistan dan pembebasan sandera.Satu motto yang ditujukan untuk satuan militer milik Rusia ini "Perang penuh dengan penderitaan dan kesakitan, itulah yang harus diketahui prajurit". Dengan motto itu latihan Spetznaz menjadi mengerikan.
Spetsnaz ©istimewa
Tentara Spetznaz diharuskan bisa membunuh musuh secepat kilat dengan bela diri yang mereka miliki. Bahkan untuk membuktikan kemampuan bela diri mereka antar anggota diperintahkan untuk saling bertarung.
Sebagai perlengkapan tempurnya, Spetsnaz menggunakan pelbagai senjata modern dan terkini. Di antaranya ASM-DT yang bisa dipakai di darat maupun air, Senapan Serbu AK-9, Senapan runduk KBP VSK-94 hingga Steyr SSG 69.Sementara itu, Turki memiliki Komando Pasukan Khusus yang memiliki nama lain Baret Merah atau Bordo Bereliler. Mereka juga dilatih cukup keras selama empat periode pelatihan, alhasil anggotanya berisi tentara yang terlatih dalam menjalani misi-misi khusus.
Pasukan khusus Turki ©istimewa
Pasukan Baret Merah ini memiliki moto cukup keras, yakni "Kematian lebih terhormat. Ketakutan dan kegagalan bukan kehormatan." Pelatihannya pun cukup berat di mana calon prajurit harus menyelesaikan seluruh latihan selama 3,5 sampai 5 tahun. Beratnya latihan membuat banyak relawan yang berguguran dan menyatakan mundur.
Untuk menunjang pertempuran, Bordo Bereliler dilengkapi pelbagai senapan mulai dari SIG P226, SIG P229, Colt M4A1, AR-15, FN Minimi, Heckler & Koch HK69A1 hingga Heckler & Koch HK33.Komando Pasukan Khusus Turki ini tak berada di bawa komando pasukan manapun, termasuk Angkatan Darat Turki. Perintah operasi dan penempatan pasukan hanya bisa dilakukan oleh Kepala Staf AD.
Advertisement