Pesawat Rusia hampir pasti dibom, ini 4 teror ISIS paling mematikan

Dibanding serangan ISIS di Tunisia dan negara lain, jatuhnya pesawat Rusia tewaskan 224 orang bikin rekor

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Pesawat Rusia hampir pasti dibom, ini 4 teror ISIS paling mematikan
Pesawat Kogalymavia asal Rusia jatuh di Sinai. ©2015 Merdeka.com

Hasil sementara investigasi tim gabungan Rusia, Prancis, dan Mesir menghasilkan temuan mengejutkan. Mereka membenarkan informasi intelijen Inggris dan Amerika Serikat yang menyatakan jatuhnya pesawat Kogalymavia di Semenanjung Sinai pekan lalu dipicu ledakan bom.

Kelompok yang dituduh adalah militan Mesir yang berbaiat pada Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) pimpinan Abu Usamah al-Masri.

Kesimpulan adanya jejak terorisme ini didapatkan dari keterangan seorang sumber dalam tim investigasi. Data kotak hitam pesawat mencatat keanehan terbelahnya pesawat di udara, yang mustahil dipicu kesalahan teknis. "Kami 90 persen yakin bahwa (ledakan) berasal dari bom," kata sumber penyidik asal Mesir tak disebut namanya itu, seperti dilansir the Daily Mail, Senin (9/11).

Tak cuma membuat pusing negara-negara Timur Tengah, serangan skala massif lintas negara kini sudah dilakukan pendukung khilafah Islamiyah gaya baru itu. Bila terbukti, serangan bom di pesawat Kogalymavia adalah teror terburuk ISIS. Dugaan teror ini sekaligus membuktikan sesumbar militan hendak membalas militer Rusia di Suriah sebulan terakhir yang aktif menyerang markas ISIS.

Pada 2014, kelompok militan di Afghanistan, Palestina, serta Libya, mengaku berdaulat pada Khalifah Abu Bakar al-Baghdadi yang memimpin ISIS.

Jaringan teror ISIS pun semakin besar. Mulai dari kawasan maghribi di utara Benua Afrika, Eropa, hingga Amerika Serikat sudah memiliki jaringan militan khilafah. Kekerasan melibatkan ISIS, dengan korban tewas melimpah, tak lagi terjadi di kawasan Irak atau Suriah.

Berikut rangkuman merdeka.com terhadap empat serangan kelompok teror terafiliasi ISIS paling mematikan di luar negeri:

Serangan ISIS ke Museum Tunisia tewaskan 20 orang
Penyerangan di museum Tunisia. ©AFP PHOTO/Fethi Belaid

Tragedi menimpa Museum Bardo di Tunisia Maret lalu. Dua pria bersenjata menyambangi lokasi benda-benda bersejarah itu, menembaki pengunjung. Hasilnya 23 orang tewas, termasuk 20 turis asing dan satu polisi.

BBC melaporkan, Jumat (20/3), dua pelaku langsung tewas ketika polisi antiteror menggelar aksi penyelamatan. Pemerintah Tunisia segera menangkap sembilan orang yang dituding terkait aksi tersebut.

Saat investigasi masih berjalan, Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pesan itu disebar melalui akun Twitter ISIS.

"Diberkati lah serangan terhadap para kafir dan pengkhianat Islam di Tunisia," tulis akun ISIS tersebut.

Menurut ISIS, dua penyerang museum itu memiliki nama panggilan Abu Zakariya al-Tunisi dan Abu Anas al-Tunisi. Nama itu berbeda dari identifikasi polisi Tunisia yang menyatakan kedua pelaku bernama Yassine Abidi dan Hatem Khachnaoi.

Serangan serentak ISIS di tiga kota, 39 tewas
kasus penembakan turis di tunisia. ©REUTERS/Amine Ben Aziza

Ketiga insiden terjadi bersamaan Jumat (26/6). Serangan pertama adalah bom bunuh diri di Kuwait City pada saat salat jumat, menewaskan 13 orang. Selanjutnya pantai dekat Hotel Riu Imperial Marhaba di Kota Sousse, Tunisia, diserbu kelompok bersenjata.

Imbasnya, 39 turis asing tewas, nyaris separuhnya asal Inggris. Gelombang para pelancong kembali ke negara masing-masing dari Tunisia berlangsung sampai sekarang.

Terakhir, terjadi serangan di pabrik kimia "Air Product", berlokasi di Isere, sekitar 25 km selatan Lyon Perancis yang menewaskan 1 orang dan 2 lainnya luka-luka. Jaringan ISIS telah mengirim pesan bahwa militan pendukung khilafah Islamiyah bertanggung jawab. "Ramadan tahun ini akan penuh kejutan," tulis beberapa akun terafiliasi dengan ISIS di jejaring sosial.

Total ada 51 korban tewas akibat rangkaian terorisme tersebut. Hingga berita ini dilansir, Kementerian Luar Negeri belum mendapat informasi ada laporan terkait WNI yang menjadi korban.

Bom bunuh diri ISIS saat salat jumat tewaskan 20 orang
Serangan bom bunuh diri di saat salat Jumat di masjid Imam Ali Saudi. ©AFP

Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melancarkan serangan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Arab Saudi saat salat Jumat kemarin. Peristiwa itu menewaskan 20 orang dan 70 lainnya luka-luka. 

Seorang saksi melaporkan ledakan tersebut terjadi ketika Imam besar dari al-Qadeeh di Provinsi Qatif sedang memimpin jalannya ibadah salat Jumat dengan 150 jamaah, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Sabtu (23/5).

"Saat kami akan menjalani rakaat pertama dalam salat Jumat, kami mendengar ledakan keras," ungkap Kamal Jaafar Hassan, jamaah salat Jumat, kepada kantor berita Reuters melalui percakapan telepon.

Militan ISIS yang mengebom bunuh diri itu diketahui bernama Abu Ali al-Zahrani dan fotonya terpampang pada situs ISIS. ISIS mengakui serangan bom bunuh diri tersebut adalah ulah mereka.

Namun, Menteri Dalam Negeri Arab Saudi menilai serangan pada Jumat kemarin adalah ulah teroris. Pelaku menyembunyikan bom di balik bajunya, hal ini teridentifikasi dari jumlah orang yang luka-luka dan korban itu sendiri.

ISIS diduga jatuhkan pesawat Rusia, tewaskan 224 orang
pesawat rusia jatuh di mesir. ©2015 dailymail.co.uk

Laporan intelijen Inggris menyatakan pesawat komersial asal Rusia, Kogalymavia yang jatuh pekan lalu, akibat ledakan bom. Kelompok pimpinan Abu Usamah al-Masri jadi tertuduh utama. Ulama 42 tahun itu bergerak di Afrika Utara, serta bermarkas di sekitar Sinai.

Sosok ulama Salafi ini sebelumnya menyerukan perlawanan terhadap pemerintah Mesir yang dikuasai junta militer. Namun, setahun belakangan dia menyatakan wilayah Sinai terpisah dari Mesir, karena telah berbaiat pada ISIS.

Karena kini teori mengarah pada pesawat Airbus A321 dari maskapai Kogalymavia itu dipasangi bom, atau ada militan menjalankan aksi bunuh diri, sorotan tertuju pada pengelola bandara Mesir. Tiga tim dari Rusia sekarang memeriksa keamanan beberapa bandara padat di Negeri Piramida. Sedangkan pejabat Kementerian Perhubungan Mesir sejauh ini menolak tudingan bahwa petugas lapangan mereka teledor sehingga bom dapat begitu mudah masuk pesawat.

Selama akhir pekan lalu, 11 ribu wisatawan asal Rusia telah dipulangkan dari Mesir. Kebijakan Negeri Beruang Merah mengikuti negara-negara Eropa lainnya, seperti Inggris dan Jerman yang langsung memulangkan warganya sesudah informasi dugaan terorisme merebak. Saran untuk tidak bepergian ke Mesir pun telah dikeluarkan beberapa negara. Maskapai besar dunia menghindari rute melewati Sinai.

Pesawat dari Kota Sharm el-Sheikh menuju Kota St. Petersburg, Rusia ini mengangkut 224 penumpang dan awak, seluruhnya tewas. Dari total korban tewas, 24 penumpang masih anak-anak. Jika dibedah lagi, 214 Penumpang adalah warga negara Rusia, dua dari Ukraina, serta satu warga Belarusia.

Rekomendasi