Kongres Brasil merancang skema mosi tidak percaya kepada Presiden Dilma Rousseff. Jika berhasil, maka upaya pemakzulan presiden perempuan di Negeri Samba itu bisa benar-benar terjadi. Para politikus di parlemen menilai Dilma tak bisa lagi dipercaya karena namanya disebut-sebut membantu rekannya dalam skandal korupsi BUMN minyak, Petrobras.
Motor upaya pemakzulan ini adalah Ketua Kongres, Eduardo Cunha. Kantor berita AFP melaporkan, Kamis (15/10), politikus dari partai oposisi itu berjanji akan mengerahkan segala daya agar Dilma bisa dilengserkan.
Janji itu diucapkan Cunha, setelah beberapa waktu lalu Mahkamah Agung Brasil telah mengeluarkan putusan, yang menyulitkan presiden dimakzulkan. Dilma, yang sejak Maret lalu diminta ratusan ribu rakyat agar mundur lewat unjuk rasa massif, sementara ini dijamin aman dari pelengseran berkat putusan MA.
"Kami tidak akan menyerah. Saya akan menggugat putusan itu Jumat (16/10)," kata Cunha.
Dua hari sebelumnya, Presiden Dilma mengatakan setiap pihak mengupayakan pemakzulan tanpa dasar sama saja melakukan kudeta. Tanpa serangan kongres saja, Brasil setahun terakhir sudah dihantam perlambatan ekonomi yang membuat presiden berhaluan sosialis itu tak populer bagi masyarakat kelas menengah.
Media-media Brasil punya teori sendiri, mengapa Cunha ngebet mengajak kongres memakzulkan Dilma. Saat ini, sang politikus oposisi itu terjerat skandal rasuah senilai USD 5 miliar. CUnha, seorang pengusaha sebelum terjun ke politik, sekaligus dituduh menghindari pajak karena menyimpan uangnya di Swiss.
Berbekal pemakzulan ini, kabarnya, Cunha dapat mengajak Dilma barter untuk mengamankan posisinya.