Staci Richardson, merupakan salah satu korban yang berhasil lolos dari penembakan di Oregon Umpqua Community Collage, Amerika Serikat. Pria asal Australia ini bisa lolos dari penembakan karena telat masuk kelas selama lima menit.
"Kelas dimulai pukul 10.30, namun saya telat. Dan ketika penembakan itu terjadi, saya hampir mencapai kampus," katanya seperti dilansir dari Daily Mail, Jumat (2/10).
Ayahnya, Robin Richardson mengatakan lega usai tahu anaknya tidak menjadi korban penembakan.
"Keluarga kami cukup religius, jadi saya pikir ini merupakan berkat Tuhan," ucap Robin.
Robin menceritakan, anaknya merupakan pebasket yang disiplin. Dia hampir dipastikan tidak pernah terlambat.
"Dia terlambat ini mungkin suatu petunjuk dari Tuhan. Dia tidak pernah terlambat," tutur sang ayah.
Tragedi penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat. Insiden terjadi di kampus Umpqua Community College di kota Roseburg, Negara Bagian Oregon, Kamis (1/10), pukul 10.30 waktu setempat. Sejauh ini korban tewas dilaporkan mencapai 10 orang, melukai tujuh orang lainnya.
Pelaku dilaporkan remaja 26 tahun, bernama Chris Harper Mercer. Sebelum menembak brutal, dia sempat menanyakan agama para korban.
Sheriff Douglas County, John Hanlin, mengatakan pelaku tewas dua jam setelah menjalankan aksi kejinya karena baku tembak dengan aparat. Dia khawatir jumlah korban tewas bisa bertambah. "(13 tewas) adalah informasi paling akurat yang dapat kami berikan sejauh ini," kata Hanlin.