Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tewas akibat crane jatuh di Masjidil Haram bertambah empat orang. Total WNI yang tewas lantaran insiden ini menjadi enam orang.
Data tersebut diperoleh dari Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal.
"Tambahan empat yang wafat masih ditelusuri lebih jauh sebab kematiannya. Apakah mereka tewas karena crane, atau penyebab lainnya," ujar pria yang akrab disapa Iqbal itu kepada merdeka.com, Sabtu (12/9).
Empat orang tersebut adalah Painem Dalio Abdullah, Saparini Baharuddin Abdullah, Nurhayati Rasad Usman, dan Ferry Mauluddin Arifin Dulhai. Sementara itu, kondisi korban luka-luka dinyatakan mulai mengalami kemajuan.
Kementerian Agama, dalam situs resminya mengatakan pemerintah Indonesia akan memberikan santunan bagi WNI korban jiwa maupun korban luka.
"Tentu pemerintah akan memberikan santunan bagi korban jiwa maupun korban luka yang mengalami cacat fisik sebagaimana ketentuan asuransi yang ada pada setiap jamaah haji kita," seperti dikutip dari situs Kementerian Agama Indonesia.
Alat derek yang digunakan untuk memperluas area Masjidil Haram ini patah dan menimpa bangunan yang dipenuhi jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Diduga alat tersebut patah lantaran tak kuat menahan badai yang menerjang di sana.