Masyarakat Indonesia di Perserikatan Emirat Arab (PEA) mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman KBRI Abu Dhabi, Senin (17/8/2026) pagi. Upacara berlangsung dengan nuansa beragam pakaian adat dan wastra Nusantara.
Upacara yang dimulai pukul 07.00 waktu Abu Dhabi itu diikuti jajaran KBRI dan masyarakat Indonesia dengan mengenakan pakaian adat, batik, tenun, songket, ikat, serta wastra dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberagaman pakaian tersebut menghadirkan miniatur Indonesia di Abu Dhabi sekaligus membawa pesan Bhinneka Tunggal Ika, yakni perbedaan daerah, budaya, dan tradisi tetap dipersatukan di bawah Sang Merah Putih.
Peringatan HUT ke-81 RI tahun ini juga bertepatan dengan 50 tahun atau Golden Jubilee hubungan diplomatik Indonesia–PEA. Sejak hubungan diplomatik kedua negara dimulai pada 1976, kerja sama Indonesia dan PEA berkembang di berbagai bidang, termasuk ekonomi, investasi, energi, pendidikan, kebudayaan, dan hubungan antarmasyarakat.
Duta Besar (Dubes) RI untuk PEA Judha Nugraha mengatakan keberagaman budaya yang ditampilkan dalam peringatan kemerdekaan tersebut mencerminkan salah satu kekuatan utama Indonesia.
"Warna-warni pakaian adat dan wastra yang kita lihat hari ini mencerminkan wajah Indonesia. Kita berasal dari berbagai daerah dan tradisi, tetapi di bawah Merah Putih kita adalah satu Indonesia. Keberagaman inilah yang menjadi salah satu kekuatan bangsa kita," ujar Judha.
Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Asisten Atase Pertahanan KBRI Abu Dhabi Mayor Marinir Rizki Apriansyah, S.S.T.Han. Pengibaran Sang Merah Putih dilakukan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) KBRI Abu Dhabi yang terdiri atas 11 pemuda-pemudi Indonesia yang tinggal di PEA dan telah melalui proses seleksi serta pelatihan.
Keterlibatan generasi muda tersebut menjadi bagian penting dalam menumbuhkan nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air, termasuk bagi putra-putri Indonesia yang tumbuh jauh dari Indonesia.
Sejumlah warga negara asing yang merupakan pasangan WNI juga terlihat mengikuti upacara bersama keluarga mereka dan merasakan semarak peringatan kemerdekaan Indonesia di Abu Dhabi.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan berbagai perlombaan khas 17 Agustus untuk anak-anak. Perlombaan tersebut antara lain makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga fashion show pakaian daerah anak-anak.
Pemilihan pakaian daerah dan wastra terbaik turut digelar untuk menyemarakkan acara sekaligus mendorong masyarakat Indonesia di PEA terus mengenal, menggunakan, dan mempromosikan kekayaan budaya Nusantara.
Judha juga menekankan pentingnya menjaga keterikatan generasi muda Indonesia yang tinggal di luar negeri dengan identitas dan akar budaya mereka.
"Kami ingin generasi muda Indonesia yang tumbuh di luar negeri tetap mengenal akar budayanya, bangga menjadi Indonesia, dan membawa semangat persatuan serta gotong royong di mana pun mereka berada. Kekayaan budaya Indonesia juga menjadi jembatan untuk semakin mendekatkan Indonesia dengan masyarakat PEA dan komunitas internasional," kata Judha.
Momentum 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara juga menjadi kesempatan untuk semakin memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat PEA melalui budaya, kuliner, seni, pariwisata, serta berbagai interaksi people-to-people.
Berbagai unsur masyarakat Indonesia turut terlibat dalam pelaksanaan upacara. Teks Proklamasi dibacakan oleh Ketua Ormas IndoAdko Yuni Budi Pramudyo, S.T., M.T., sedangkan Pembukaan UUD 1945 dibacakan Ketua Ormas Rabiul Khair Tetriani Wirasmini, S.H.
Doa dipimpin Ust. Heggy Fajrianto Herman, Lc., M.A., Imam dan Khatib Masjid Suhail Muhammad Rosyid Asy-Syamsi, Al Manaseer, Abu Dhabi.
Rangkaian peringatan HUT RI di KBRI Abu Dhabi juga mencakup catur, gaple, perlombaan anak-anak, serta sejumlah kegiatan olahraga sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan solidaritas masyarakat Indonesia.