18 orang dievakuasi, pelaku penyanderaan mal di Prancis buron

Polisi menyebut tiga pria bersenjata itu niatnya merampok, tapi tak berjalan mulus

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
18 orang dievakuasi, pelaku penyanderaan mal di Prancis buron
Penyanderaan mal di Prancis. ©2015 Merdeka.com

Pasukan antiteror Kepolisian Paris, Prancis, berhasil mengevakuasi 18 pengunjung mal yang disandera kelompok bersenjata. Tiga orang pelaku sampai sekarang masih buron. Penyanderaan ini terjadi di toko pakaian Primark, salah satu kios mal tersebut.

Juru bicara Kepolisian Magalie Charbonneau mengatakan penyanderaan yang terjadi pagi tadi waktu setempat itu adalah upaya perampokan. Polisi tidak menjelaskan apakah ada kontak senjata dalam pembebasan para sandera, tiga jam setelah panyanderaan terjadi.

"Satu sandera dalam kondisi kurang sehat namun tak ada yang terluka," ujarnya seperti dilansir Channel News Asia, Senin (13/7).

Hasil analisis sementara, satu pelaku diduga kuat adalah karyawan Primark. Para tersangka berhasil kabur. Polisi meyakini mereka masih bersembunyi di dalam pusat perbelanjaan Qwartz, di Villeneuve-la-Garenne, sebelah utara Paris.

NBC News melaporkan seluruh sandera yang dibebaskan adalah karyawan Toko Primark yang sedang masuk kerja. Berkat mereka, polisi segera mengetahui ada upaya perampokan bersenjata. Seorang karyawan menelepon pacarnya pada pukul 07.00 waktu setempat, menjelaskan terjadi penyanderaan.

Magalie lebih lanjut mengatakan tidak ada indikasi terorisme dalam kejadian ini. Para pelaku juga sejak awal tidak berencana menyandera karyawan toko. "Ini lebih mirip perampokan yang tidak berjalan mulus," kata perwira polisi ini.

Hingga berita ini dilansir, polisi masih mengamankan lokasi sekitar toko dengan menutup jalan di sekitar mal Qwartz. Toko-toko di sekitar lokasi juga sudah ditutup untuk melacak persembunyian pelaku.

Rekomendasi