Jaksa Agung Mesir anti Ikhwanul Muslimin tewas kena bom

Konvoi mobil dinas Hisham Barakat terkena ledakan bom mobil Senin (29/6) pagi di Ibu Kota Kairo.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Jaksa Agung Mesir anti Ikhwanul Muslimin tewas kena bom
Jaksa Agung Mesir Hisham Barakat dibunuh. ©2015 Merdeka.com

Jaksa Agung Mesir Hisham Barakat tewas saat berangkat kerja, setelah iring-iringan mobil dinasnya terkena ledakan bom. Pemerintah Mesir belum mengidentifikasi pelakunya.

Insiden itu terjadi di dekat rumahnya, kawasan Heliopolis, Ibu Kota Kairo, Senin (29/6) pagi waktu setempat.

Barakat sempat dilarikan ke Rumah Sakit al-Nohza di Kairo, tapi nyawanya tak tertolong. Tim dokter mengatakan mendiang mengalami pendarahan dalam parah akibat luka-lukanya.

"Kami memastikan bahwa Jaksa Agung Barakat meninggal akibat insiden ini," kata Menteri Kehakiman Ahmed al-Zind.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

BBC melaporkan, Selasa (30/6), selain Barakat, tiga orang tewas dan delapan warga sipil lainnya terluka akibat ledakan bom tersebut.

Bom berkekuatan sedang itu meledak dari bawah mobil yang parkir dekat konvoi kendaraan dinas Barakat. Ledakan itu membuat kaca beberapa rumah di sekitar komplek pecah.

Barakat dikenal sebagai jaksa yang sangat anti pada Partai Ikhwanul Muslimin. Setelah Presiden Muhammad Mursi digulingkan militer pada Juli 2013, Barakat yang ditunjuk sebagai Jaksa Agung ad-interim segera membersihkan politikus Islamis dari pemerintahan.

Dia menjatuhkan tuntutan hukuman mati bagi ratusan anggota Partai Ikhwanul Muslimin, termasuk Mursi, dengan tuduhan perintah pembunuhan pengunjuk rasa pada 2012. Barakat pula yang membekukan 15 aset petinggi Partai yang memiliki garis ideologi sama dengan Partai Keadilan Sejahtera di Indonesia ini.

Adapun Ikhwanul Muslimin Mesir segera mengecam pembunuhan Barakat setelah informasi ini mengemuka.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Situasi di Mesir diperkirakan akan tegang selama beberapa hari ke depan. Pemerintahan semi-junta militer yang kini dipimpin Presiden Abdul Fattah al-Sisi memiliki rival politik tak sedikit.

Setidaknya 40 ribu tahanan politik mendekam di bui setelah tentara merebut kendali Mesir dari pemerintahan demokratis pertama sepanjang sejarah di bawah Ikhwanul Muslimin.

"Situasi keamanan di Kairo setelah (pembunuhan Barakat) tidak akan sama lagi," kata Ketua Dewan Revolusi Mesir Maha Azzam.

Rekomendasi