Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pagi ini (8/6) membuka Workshop Internasional Demokrasi dan Inovasi dalam Pemerintahan yang Baik di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri. Dalam pidatonya, dia mengatakan Indonesia menunjukkan Islam dapat berdampingan dengan demokrasi. Apalagi Indonesia kini menjadi negara demokrasi terbesar di dunia, setelah India dan Amerika Serikat.
"Islam dan demokrasi itu bisa berdampingan. Indonesia, yang masyarakatnya hampir 90 persen beragama Islam menunjukkan demokrasi berjalan baik di Indonesia," katanya saat ditemui sesudah pidato.
Dalam pidatonya, Retno menyampaikan sebagai masyarakat yang hidup di tengah-tengah demokrasi, demokrasi terus berkembang sesuai dengan warna-warna negara itu sendiri.
"Kita tentunya menularkan pengalaman praktik-praktik yang sudah kita lakukan dengan cara memberi contoh pada negara lain mengenai demokrasi ini," ujar menlu.
Berbagi pengalaman mengenai demokrasi yang dilakukan Indonesia dibuat dalam bentuk Forum Demokrasi Bali. Acara tersebut dibuat hampir setiap tahun sejak 2008, dan dihadiri beberapa negara sahabat.
Menurut Menlu Retno, negara lain merasa nyaman berbagi dengan Indonesia lantaran Indonesia terbuka pada semua hal. Dia menyebutkan Indonesia bukan suatu negara yang melakukan saling tuduh, namun malah melihat tantangan apa yang akan dihadapi negara lain.
"Kita bukan negara yang suka saling tuduh, maksudnya kita tidak menganggap yang ini benar, yang itu salah, namun kita mencoba melihat apa tantangan yang mereka hadapi dalam negara itu, dan sekali lagi kita membagi pengalaman kita. Ya siapa tahu itu nanti dapat diterapkan di negara mereka," papar Menlu Retno.
Workshop internasional ini sendiri dihadiri 21 peserta dari 16 negara berbeda. Acaranya digelar sepanjang 7-13 Juni di Jakarta dan Bandung.