Dua orang bersenjata ditembak mati oleh kepolisian Texas lantaran diyakini membawa senjata dan bahan peledak. Mereka ditembak di depan gedung pameran seni anti-Muslim di Dallas.
Pasangan ini ditembak mati setelah mereka melakukan penyerangan pada seorang petugas keamanan di luar gedung pameran. Petugas kepolisian Bruce Joiner yang jadi korban penyerangan mereka.
"Lantaran ada pameran anti-Muslim di dalam gedung, gedung ini dijaga oleh tim keamanan SWAT. Pada saat tembakan terjadi, masih ada 100 orang pengunjung di dalam gedung," ujar salah seorang petugas polisi, seperti dilansir dari surat kabar Daily Mail, Minggu (3/5).
Pameran itu juga kebetulan mempertunjukkan berbagai karikatur terutama karikatur Nabi Muhammad.
Dua orang tersebut diketahui menyerang petugas Joiner tak lama setelah anggota parlemen Belanda dan pemimpin sayap kanan, Partai untuk Kebebasan, Geert Wilders, memberikan pidatonya.
Pada 2009 lalu, Wilders sempat membuat kontroversi dengan menampilkan film yang terkait Al Quran dengan terorisme. Pameran ini juga dibuat untuk melawan Islamisasi di Amerika Serikat.
Bagi mereka, Muslim yang terlalu kuat dapat menghentikan kebebasan berpendapat di dunia, seperti yang terjadi pada kantor berita Charlie Hebdo.