Ada petunjuk baru terkait keberadaan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang selepas gempa Nepal. Seorang warga negara Swedia bernama Astrid Bach, ternyata bertemu rombongan Kadek Andana (26), Alma Parahita (31), Jeroen Hehuwat (36), di Hotel Everest, kawasan Taman Nasional Langtang.
Astrid mengaku bertemu mereka sejak 23 April di Dhunce. Selanjutnya, rombongan pendaki anggota Taruna Hiking Club asal Bandung, Jawa Barat, itu menginap di Hotel Everest, ketinggian 3.352 meter di atas permukaan laut.
"(Pada 24 April) rencananya mereka menginap satu malam lagi di Langtang, ini info Astrid," kata Letkol (Pnb) Indan Gilang yang memimpin tim pencarian helikopter saat jumpa pers di Kathmandu.
Ketika gempa 7,8 skala richter melanda Nepal pada 25 April, menghancurkan mayoritas bangunan di Langtang, Astrid sudah berpisah dari tiga WNI itu.
WN Swedia ini sempat terjebak longsor di Kyanjin Gompa, tapi selamat. Ketika dihubungi Kementerian Luar Negeri, Astrid menduga mereka terpaksa bermalam sehari lebih lama karena Alma sedang mengalami gangguan pencernaan. "Keterangan Astrid bisa dipercaya karena dia sudah cukup dekat. Sampai bisa tahu Ibu Alma makan sup. Artinya sudah ada informasi yang detil," kata Indan.
Kondisi Hotel Everest dari pengamatan udara menunjukkan kerusakan total. Namun Indan enggan berspekulasi mengenai nasib tiga WNI tersebut. Turut hilang bersama Kadek dan kawan-kawan di kawasan Hotel Everest adalah dua pemandu lokal dan enam porter yang mendampingi mereka mendaki.
Di area sekitar Hotel Everest, tim SAR setempat menemukan 40 jenazah, terdiri dari 37 warga lokal dan 3 turis asing. Namung tidak ditemukan WNI dalam deretan jenazah tersebut.