Idap schizophrenia, Rodrigo Gularte tidak tahu dia akan dieksekusi

Dia baru tahu akan dieksekusi di saat-sat terakhir setelah pendeta yang mendampinginya memberitahu.

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Idap schizophrenia, Rodrigo Gularte tidak tahu dia akan dieksekusi
Rodrigo Gularte. ©2015 Merdeka.com

Seorang pendeta pendamping terpidana mati asal Brazil mengungkapkan, sebenarnya Rodrigo Gularte tidak tahu jika hukuman mati akan menyudahi hidupnya sesaat sebelum eksekusi berlangsung di Lapas Nusakambangan Rabu dini hari lalu.Rodrigo yang terdiagnosa mempunyai penyakit schizophrenia atau melemahnya kekuatan mental seseorang dan mengidap bipolar atau psikologi abnormal oleh dokter. Kuasa hukum Gularte telah mengajukan diagnosa dokter tersebut sebagai grasi, namun hal itu tidak diindahkan dan eksekusi tetap dilaksanakan."Gularte tidak mengerti dirinya akan dieksekusi mati pada Rabu dini hari kemarin, sampai pada detik terakhir dia baru saya yakini bahwa hidupnya akan berakhir di tangan algojo Lapas Nusakambangan," ungkap Pendeta Charlie Burrows, seperti dilansir koran The Independent, Kamis (30/4).Sejak jauh hari banyak yang telah memberitahukannya dan orang juga sudah cukup mengerti jika vonis hukuman mati tidak akan dicabut kecuali oleh keajaiban. Siraman rohani tentang indahnya surga juga telah diterimanya dengan baik, namun saat dirinya sudah terikat rantai dan digiring menuju ruang tembak, sontak dia bertanya "Romo, apakah saya akan dieksekusi mati?" ungkap Gularte seperti yang diceritakan pendeta Burrows kepada media Guardian Australia di Lapas Nusakambangan.Sebelumnya saat Rodrigo Gularte ditanya permintaan terakhir sebelum menjalani eksekusi mati, dia malah tertawa terbahak. Hal itu diungkapkan Ricky Gunawan, kuasa hukum Rodrigo Gularte, usai membesuk di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (25/4)."Tadi dia bilang tiga permintaan terakhir kok seperti Aladin saja dengan tertawanya terbahak-bahak," ujar Ricky.Gularte adalah pria 42 tahun Warga Negara Brasil yang terlibat penyelundupan enam kilogram kokain ke Indonesia.

Rekomendasi