Akhirnya kondisi kelainan kopilot Germanwings terungkap

Dia menderita kelainan jiwa sejak enam tahun silam, bahkan Februari lalu pernah tiga kali dirawat intensif.

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Akhirnya kondisi kelainan kopilot Germanwings terungkap
Andreas Lubitz. ©2015 Merdeka.com

Temuan baru seputar misteri jatuhnya Germanwings semakin mengejutkan, kali ini tim penyidik mengungkap fakta baru mengenai kopilot Andrea Lubitz. Rupanya, dia memang terindikasi menderita gangguan mental parah enam tahun lalu."Dia menderita depresi berat," aku seorang pihak Lufthansa, seperti dari koran Daily Mail, Rabu (1/4). Namun saat melewati tes uji kelayakan saat mendaftar di Germanwing, Lubitz berhasil lolos dan dinyatakan tidak bermasalah dengan kejiwaan.Pihak berwenang menjelaskan rekam jejak kopilot 28 tahun tersebut memang mempunyai kecendrungan bunuh diri. Hal tersebut dibuktikan dengan rekaman suara kokpit (CVR).Dalam CVR terdengar pilot memaksa masung ruang kokpit, namun Lubitz mengunci dari dalam. Peristiwa itu terjadi sesaat sebelum pesawat jenis Airbus 320 itu menghantam salah satu gunung di Pegunungan Alpen.Pihak SMA tempat Lubitz menuntut ilmu juga membenarkan kopilot tersebut menderita gangguan psikologis.


Walaupun begitu, mantan kekasih Lubitz, Kathrin Goldbach mengaku tidak tahu apa-apa mengenai kondisi kejiwaan Lubitz."Saya tidak tahu apa-apa, tapi dia memang sering diperiksa dokter setiap bulan," ujar Goldbach.Pihak Kejaksaan Prancis menyebutkan kopilot Germanwings ini sudah tiga kali dirawat intensif sejak Februari lalu. "Menurut dokter yang merawatnya, percobaan bunuh dirinya tersebut lantaran kelainan mata kiri yang dideritanya, dan itu dapat menghentikan karirnya sebagai pilot," kata Jaksa.Sementara itu, pihak penyidik kasus ini semakin meyakini Andreas Lubitz sebagai biang keladi jatuhnya pesawat Germanwings rute Barcelona-Dusseldorf. Hal itu semakin kuat dengan catatan kelainan mata yang disembunyikan dan disobek-sobek oleh si kopilot.
Rekomendasi