Lutfhansa, induk usaha Germanwings yang nahas menawari keluarga korban dana santunan 50 ribu Euro (setara Rp 700 juta) per penumpang. Ini diluar ganti rugi atas kecelakaan itu serta asuransi yang jelas akan dibayarkan belakangan.
Nilai ganti rugi kini jadi spekulasi media-media barat, karena investigasi awal menunjukkan pesawat yang menabrak Pegunungan Alpen itu sengaja dijatuhkan oleh sang kopilot, Andreas Lubitz.
The Daily Mail melaporkan, Sabtu (28/3), analis sudah memperkirakan bila benar Germanwings jatuh karena aksi bunuh diri kru, maka keluarga akan mendapat kompensasi jutaan dollar. Di Eropa, dana santunan maksimal di luar asuransi untuk korban kecelakaan pesawat dibatasi hingga Rp 1,9 miliar.
"Keluarga saat ini belum memikirkan untuk menuntut Germanwings, namun sudah marah melihat temuan polisi atas motif kopilot," kata salah satu pengacara.
Temuan yang dimaksud adalah surat sakit yang disembunyikan Lubitz pada saat hari nahas itu. Diduga kuat, saat menerbangkan pesawat rute Barcelona-Dussledorf tersebut, dia tidak laik terbang. Belakangan, polisi juga menemukan indikasi Lubitz sedang mengalami stres karena hubungan asmara. Rencana pernikahannya gagal, padahal dia terlanjur beli mobil untuk tunangannya.
"Awalnya saya menerima kejadian ini sebagai musibah. Tapi belakangan saya marah. Bagaimana bisa perusahaan mempekerjakan seorang pilot yang terindikasi mengalami gangguan jiwa," kata Christian Driessens, kakak dari Claude Driessens yang ikut tewas bersama 149 orang lainnya dalam penerbangan itu.
Kemarin, sudah mengangkut pelbagai bukti dari kediamannya di Kota Montabaur. Termasuk sebuah komputer yang berisi data-data pribadi Lubitz.
"Kami menemukan bukti yang bisa menguji motif kesengajaan kopilot Germanwings (menjatuhkan pesawat). Tapi kita belum bisa mengungkapnya saat ini," ungkap Markus Niesczery dari satuan kepolisian Dusseldorf saat dikonfirmasi terpisah.
Pada konferensi pers dua hari lalu, hasil analisis rekaman CVR menunjukkan kokpit dikunci jelang jatuhnya pesawat.
Pilot Patrick S pada rekaman itu menggedor-gedor pintu karena panik. Di kokpit hanya ada Lubitz, yang kemudian mengubah kendali pesawat jadi manual.
Pesawat jenis Airbus A320 rute Barcelona menuju Dusseldorf itu lantas menabrak Pegunungan Alpen di Prancis. Pesawat menukik tajam delapan menit, dari ketinggian 1.500 meter di atas permukaan, menuju titik terakhir radar di level 200 meter.