Setelah diancam akan dibunuh dan diperkosa karena dia muslim, seorang pegiat perempuan Kanada ingin membangkitkan kesadaran masyarakat sekitarnya dengan melawan ketakutan terhadap Islam atau Islamophobia.Asoomii Jay, nama aktivis itu, bekerja sama dengan pegiat lain untuk membuat suatu percobaan unik. Dia meminta orang-orang di jalanan Kota Toronto memberi pelukan kepada seorang pria yang dilabeli sebagai teroris, seperti dilansir surat kabar Russia Today, Sabtu (14/2). Dia ingin orang menunjukkan kepercayaan kepada pria itu dengan memeluknya.Seorang pria muslim bernama Mustafa Mawla, berdiri di sebuah jalan sambil matanya ditutup. Dia kemudian merentangkan tangannya untuk menerima pelukan dari orang lain. Di samping tempat dia berdiri ada tulisan "Saya seorang muslim. Saya dijuluki teroris. Saya percaya kepada Anda. Apakah Anda percaya saya? Beri saya pelukan."Jay menyebut percobaannya ini sebagai "Proyek Percaya Buta"."Karena meningkatnya Islamophobia, dan kebencian yang terjadi di seluruh dunia dan karena pengalaman pribadi, semua itu menjadi motivasi kami untuk membangkitkan kesadaran. Untuk memperlihatkan bagaimana perasaan kita di negeri sendiri, di rumah kita sendiri," kata Jay. Orang-orang kebingungan dengan kejadian setelah penyerang tabloid Charlie Hebdo di Paris, Prancis, bulan lalu."Sejumlah media bukannya menyoroti pelaku tapi malah menyalahkan agama," kata Jay.Berikut video percobaan Jay itu.
Aktivis Kanada lawan Islamophobia dengan beri pelukan gratis
Dia sendiri pernah diancam dibunuh dan diperkosa karena agamanya Islam.
Rekomendasi