Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma diperiksa Kepolisian atas dugaan korupsi. Dia dianggap merehab rumahnya di Kota Nkandla memakai anggaran negara.Perbaikan rumah pribadi itu menyalahi aturan, lantaran tidak dianggarkan secara resmi. Parlemen Afsel bersama LSM antikorupsi setempat menjadi pihak yang melaporkan kasus ini ke polisi.Seperti dilansir situs AFKInsider, Senin (10/11), polisi menyatakan tak takut menangani kasus ini walau yang diperiksa adalah presiden. "Penyelidikan awal telah dimulai," menurut keterangan tertulis dari Kepolisian Afsel.Pemimpin kelompok oposisi Aliansi Demokrat, Mmusi Maimane mengatakan kasus ini harus diungkap secara gamblang. Kabarnya, rumah pribadi Zuma itu direhab begitu megah hingga menyerupai istana. Padahal masih banyak masyarakat Afsel yang berada di bawah garis kemiskinan"Sekarang polisi harus melakukan pekerjaan mereka," kata Maimane.Dikonfirmasi terpisah, Presiden Zuma mengaku tidak tahu bahwa rumah pribadinya direhab. Kediamannya itu berada di kawasan pedesaan. Disebut-sebut, kontraktor membangun amphiteater mewah, kolam renang, serta fasilitas kesehatan pribadi di dalamnya. Dari awalnya cuma untuk meningkatkan pengamanan, biaya rehab membengkak hingga USD 23 juta (setara Rp 280 miliar).Juru bicara Ombusdsman Afsel Thuli Madonsela menilai dugaan awal ada korupsi sudah terlihat dari proyek rehab ini. Sejak Maret lalu, lembaga ini sudah memerintahkan Sekretariat Negara agar Zuma mengeluarkan uang pribadi untuk melakukan rehab."Presiden mendapatkan keuntungan lebih atas besarnya penggunaan uang negara dalam rehab selain fasilitas keuangan di kediaman pribadinya," kata Madonsela.
Rehab rumah pakai uang rakyat, Presiden Afsel diperiksa polisi
Anggaran bengkak hingga Rp 280 miliar karena dibangun kolam renang dan amphiteater.
Rekomendasi