Presiden Bolivia Evo Morales berhasil memimpin negaranya untuk periode ketiga. Hasil hitung cepat pemungutan suara hingga dini hari tadi, Selasa (14/10), menunjukkan pemimpin berideologi sosialis itu memperoleh 60 persen suara, unggul 25 persen dibanding pesaing kuatnya, Samuel Doria Medina.Sesuai aturan pemilu Bolivia, kemungkinan besar Morales tidak perlu mengikuti putaran kedua. Pemilihan ulang digelar, hanya jika tidak ada kandidat memperoleh 50 persen lebih suara, seperti dilansir situs BBC.com.Pemimpin negara-negara sahabat Bolivia yang sama-sama menjalankan sosialisme, langsung mengucapkan selamat. Di antaranya adalah Presiden Venezuale Nicolas Maduro, dini hari tadi langsung memberikan ucapan buat Morales dari akun Twitternya."Evo, ini adalah kemenangan besar buat tanah air kita di Amerika Selatan. Dari Venezuela, kami kirimkan pelukan dan selamat," tulis Maduro.Presiden Uruguay Jose Mujica yang dikenal sebagai pemimpin negara paling miskin sedunia dikabarkan sudah menelepon Morales buat memberi ucapan selamat.Tak kalah semangat, Presiden Nikaragua Daniel Ortega menyebut kemenangan Morales adalah tanda kelompok revolusioner Amerika Latin tetap punya kekuatan untuk melawan dominasi asing. "Evo adalah sosok yang menyuburkan pembebasan di kawasan," kata Ortega.Morales dalam pidato kemenangan di Istana Presiden, Ibu Kota La Paz, turut mengumandangkan retorika anti asing. Dia menyebut, keberhasilan terpilih untuk kali ketiga menandakan kemenangan kaum yang menolak kolonialisme gaya baru dalam wujud investasi luar negeri."Saya dedikasikan kemenangan ini buat sahabat saya, pemimpin revolusioner Kuba Fidel Castro, dan mendiang pemimpin Venezuela Hugo Chavez," kata Morales.Medina, penantang utama Morales, gagal mendapat dukungan penuh karena koalisi oposisi terpecah. Kendati demikian, pendukungnya menuding sang presiden sosialis memakai anggaran negara untuk memobilisasi kampanye pribadi.Medina didukung kelas menengah yang tidak puas terhadap pemberantasan korupsi di Bolivia selama dua kali masa kepemimpinan Morales. Tokoh oposisi itu pun berjanji memperkuat institusi pengadilan, seandainya terpilih.Adapun, analis pemilu Bolivia menyebut Morales masih punya dukungan kuat di akar rumput. Terutama dari kelompok Suku Aymara. Sang presiden terpilih pertama kali pada 2006. Dia adalah presiden pribumi pertama yang menjanjikan perbaikan nasib para petani.Selama puluhan tahun, Bolivia dikuasai elit politik kulit putih. Sedangkan suku pribumi seperti Aymara, terpinggirkan atau sekadar jadi buruh tani. Morales terkenal atas gebrakannya saat terpilih 12 tahun lalu, dengan menuntut nasionalisasi perusahaan minyak dan gas asing.Selain itu, Morales terpilih kembali, diduga karena pertumbuhan ekonomi negaranya yang positif, tahun lalu mencapai 6,8 persen. Selama satu dekade terakhir, pasar ritel modern, bioskop, dan rumah makan, banyak yang berdiri di La Paz maupun kota-kota besar lainnya.Dengan Morales kembali ke tampuk kekuasaan, jaringan negara sosialis di Amerika Latin masih memiliki tokoh utama. Meninggalnya Chavez sempat diprediksi melemahkan arus politik koalisi sayap kiri, yang kerap menolak dominasi Amerika Serikat itu.
Presiden Sosialis Bolivia Evo Morales kembali menang pemilu
Masa jabatan ketiga presiden pribumi itu disambut positif jaringan pemimpin kiri. "Ini kemenangan kaum antiasing."
Advertisement
Rekomendasi