Mencari otak di balik serangan granat di Kuala Lumpur

Pada Agustus lalu polisi Malaysia menangkap 19 orang yang berusaha merancang serangan bom terinspirasi dari ISIS.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Mencari otak di balik serangan granat di Kuala Lumpur
Serangan bom di Malaysia. ©AFP PHOTO

Kawasan hiburan malam di Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia kemarin seperti hari biasanya: banyak orang bersantai, minum-minum sambil menikmati musik di kelab atau sekadar menari sesuka hati. Lalu ledakan granat di kawasan itu menggegerkan seantero Malaysia. Kejadiannya berlangsung pukul 04.25 pagi, saat sebagian besar warga Kuala Lumpur masih tertidur lelap.Kepala polisi Kuala Lumpur Gan Kong mengatakan ledakan yang menewaskan satu warga Malaysia, Ting Kwang Yie, 36 tahun, dan melukai 12 lainnya itu didalangi oleh lebih dari satu orang dan mereka terkait dengan kasus bisnis. Dia mengatakan sudah mengidentifikasi tersangka pelaku dalam kejadian itu, seperti dilansir surat kabar the Straits Times, kamis (9/10).Seorang pejabat kontra-terorisme di Kuala Lumpur, Ayub Khan, mengatakan, ledakan itu tidak ada kaitannya dengan terorisme."Itu perang antar geng," kata dia kepada Malay Mail Online.Di antara korban luka adalah seorang warga Singapura, dua dari China, dan satu dair Thailand.Seorang saksi mengatakan ketika suara ledakan terdengar, orang-orang langsung bergelimpangan penuh darah di jalanan.Serangan ledakan granat atau bom termasuk peristiwa langka di Malaysia. Namun belakangan ini potensi serangan terorisme meningkat karena sejumlah warga Malaysia diketahui bergabung dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).Sejumlah pejabat khawatir warga Malaysia yang pergi ke Suriah itu bisa membawa paham radikal dan merancang kekerasan di Negeri Jiran.Pada Agustus lalu polisi Malaysia menangkap 19 orang yang berusaha merancang serangan bom terinspirasi dari ISIS.

Rekomendasi