Mayoritas warga Thailand sepakat untuk menetapkan konstitusi sementara yang memungkinkan junta militer tetap hidup berdampingan dengan pemerintah sementara yang akan datang. Ini menurut sebuah jajak pendapat yang disiarkan kemarin.Konstitusi sementara yang mulai berlaku pada Selasa lalu menyatakan Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban (NCPO) tetap ada setelah pemerintah sementara terbentuk dan bertugas untuk menangani keamanan, sementara mengawasi dan melakukan konsultasi dengan pemerintah, seperti dilansir surat kabar the Philippine Star, Senin (28/7).Mayoritas, atau 79,94 persen, dari 1.256 responden yang disurvei pada 24-25 Juli menyuarakan dukungan bagi keberadaan selanjutnya NCPO, menurut NIDA Poll oleh Institut Nasional Administrasi Pembangunan.Sekitar sebelas persen dari responden, yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan, menyatakan perbedaan pendapat dan sisanya tidak memberikan komentar, jajak pendapat menunjukkan.Sementara itu, lebih dari 66 persen mengatakan mereka lebih bahagia sejak kudeta 22 Mei karena kekacauan politik berkurang, menurut jajak pendapat itu."Dalam perkembangan terkait, NCPO menerima peringkat persetujuan 8,87 dari 10 untuk kinerja bulan keduanya, lebih tinggi dari evaluasi bulan pertamanya yakni hanya 8,82," kata survei lain oleh Suan Dusit Poll.Sekitar 92 persen dari 1.689 orang yang disurvei secara nasional antara 22-26 Juli mengatakan mereka puas, untuk luasan yang berbeda, dengan kinerja NCPO itu.Mayoritas dari mereka mengatakan NCPO memuaskan dalam menjaga perdamaian dan ketertiban, serta administrasi negara.
Junta militer Thailand raih dukungan mayoritas untuk berkuasa
Mayoritas, atau 79,94 persen, dari 1.256 responden disurvei pada 24-25 Juli menyuarakan dukungan bagi keberadaan NCPO.
Rekomendasi