Pedofilia gereja Katolik di tingkat bahaya

Paus Fransiskus sebut satu dari 50 pemuka agama Katolik seorang pelaku pelecehan seksual pada anak di bawah umur.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Pedofilia gereja Katolik di tingkat bahaya
Vatikan. reuters

Selain konflik di Timur Tengah dan pesta Piala Dunia 2014, pandangan warga sejagat juga tertuju pada pernyataan Paus Fransiskus yang sangat berani dan terang-terangan menyebut satu dari 50 pemimpin umat agama itu seorang pedofilia.Ini tentu sangat mengejutkan. Betapa tidak, jumlah imam agama Katolik tentu sangat banyak, bisa jadi puluhan juta termasuk uskup dan kardinal. Sementara tingkat pedofilia dalam satu gereja ada dua persen, seperti dilansir oleh surat kabar the Daily Mail (14/7).Bagi Paus, pedofilia seperti kanker yang sudah menyebar dalam tubuh gereja dan menginfeksi parah. Dia pun mengatakan rehabilitasi gereja dari kekerasan seksual pada anak di bawah umur akan sangat sulit meski tidak ada yang tak mungkin jika mau berusaha.Bukan berarti gereja Katolik sejagat hanya diam. Sejak 2004 mereka telah memecat sekitar 848 pastor dan memberikan sanksi pada 2.572 lainnya lantaran pelecehan seksual pada anak-anak. Hal ini disampaikan Uskup Agung Silvano Tomasi, duta besar Vatikan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dilansir surat kabar the Huffington Post (6/5). Pemecatan ini termasuk 384 pastor saat kepemimpinan berada di tampuk Paus Benediktus XVI.Fransiskus menyatakan keprihatinanya pada kasus pedofilia menjangkiti gereja Katolik sejagat. Dia mengambil langkah-langkah yang seharusnya memang dari dulu dilakukan yakni menemui para korban. Paus asal Argentina ini menemui mereka menjadi pelampiasan nafsu para pastor bejat di Ibu Kota Buenos Aires.Para korban pun menangisi nasib mereka pada Fransiskus. Terutama sekali lantaran masalah mereka dikesampingkan bertahun-tahun. Korban menemui Paus sebanyak enam berasal dari Argentina, Irlandia, Inggris, dan Jerman. "Saya berjanji tidak akan memberikan toleransi pada siapa saja di gereja Katolik yang melakukan pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Termasuk uskup dan kardinal," ujarnya tegas.Namun keluarga korban menuding sikap Fransiskus naik turun untuk menangani masalah ini. Banyak pihak berharap semoga pertemuan Paus dengan korban bukan hanya suatu seremonial saja. Paling penting bagi Fransiskus yakni mereka yang mengetahui atau menjadi korban harus berani terus terang. Sebab menyembunyikan pedofilia sama saja dengan kejahatan besar mengancam umat manusia.

Rekomendasi