Media sosial dan isu keagamaan. Dua hal berbeda tapi bisa memicu kontroversi manakala isu sensitif mengemuka. Begitulah yang dialami penyanyi pop kondang asal Amerika Serikat Justin Timberlake.Boleh jadi pria berusia 33 tahun itu tak pernah membayangkan dia mendapat banyak tanggapan setelah memajang foto diri tengah berdoa di Tembok Ratapan di Yerusalem pada Selasa lalu.Dalam foto dia unggah di media sosial Instagram itu Justin menulis tanda pagar (tagar) #Israel. Justin berdoa di tembok itu dalam rangkaian konser tunggalnya di Tel Aviv.Dengan wajah membelakangi kamera Justin berdiri sambil mengangkat kedua tangannya menyentuh Tembok Ratapan, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (29/5).Pada keterangan foto itu Justin menulis: "Tanah Suci..Pengalaman luar biasa. Saya takkan pernah melupakan hari ini."Sebanyak 254 ribu pengguna media sosial yang menjadi penggemar Justin menyukai foto itu. Namun tagar #Israel membuat banyak orang mengecamnya."Koreksi," kata salah seorang penggemarnya. "Kamu sedang berada di Palestina, bukan Israel #kecewa.""Israel tak pernah ada. Yang ada Palestina," kecam penggemar lain.Seorang penggemarnya bahka menulis: "Jelas sekali Anda tidak sehebat penyanyi Sting, Stevie Wonder, Elvis Costello, dan Carlos Santana. Mereka paham apa arti apartheid dan tidak ragu menunjukkan keberanian menentang itu untuk mendukung rakyat Palestina."Seorang penulis bernama Aly Semigran tidak mengomentari konflik Palestina-Israel dari foto Justin itu. Dia malah menyoroti sisi lain."Dia sengaja berfoto di tempat suci itu untuk mendapat banyak tanda jempol dan tanggapan ketimbang benar-benar berdoa," tulis dia.
Ketika Justin Timberlake panen kecaman dari Tembok Ratapan
"Koreksi," kata salah seorang penggemarnya. "Kamu sedang berada di Palestina, bukan Israel #kecewa."
Advertisement
Rekomendasi