Pemimpin faksi saingan di Palestina dari Tepi Barat dan Gaza telah memutuskan untuk membentuk sebuah pemerintahan nasional bersatu dalam lima pekan mendatang.
Seorang anggota PLO enggan disebutkan namanya mengatakan perjanjian dibuat antara anggota organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Hamas itu dicapai menyusul digelarnya pembicaraan di Gaza City kemarin malam waktu setempat, seperti dilansir situs the Times of Israel, Rabu (23/4).
"Selain itu ada juga kemajuan dalam penyelenggaraan pemilihan umum di masa mendatang dan komposisi dari PLO," kata pejabat Palestina tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pembicaraan berlangsung di balik pintu tertutup itu diharapkan akan terus berlanjut sepanjang hari ini.
Ini bukanlah kali pertama sebuah pemerintahan nasional bersatu telah diumumkan oleh faksi saingan, dan pada beberapa kesempatan sebelumnya upaya untuk membentuk sebuah pemerintahan telah runtuh.
Fatah, komponen utama dalam tubuh PLO, dan Hamas menandatangani sebuah rekonsiliasi sesuai perjanjian di Kairo pada 2011 lalu bertujuan untuk mengakhiri pembagian politik antara Jalur Gaza dan otoritas Palestina di Tepi Barat.
Tapi tenggat waktu telah datang dan pergi tanpa ada kemajuan dalam melaksanakan ketentuan sesuai perjanjian itu.
Azzam al-Ahmad, seorang tokoh senior di Partai Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmud Abbas, yang memimpin tim dari Fatah, disambut oleh Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyah dan wakil pemimpin gerakan itu, Mussa Abu Marzuq.
Haniyah kemarin telah menyerukan memperkuat rekonsiliasi Palestina dalam rangka untuk membentuk satu pemerintahan, satu sistem politik dan satu program nasional.
"Saya senang bahwa waktunya telah tiba untuk mengakhiri pembagian," ujar Ahmad.
Pengumuman terbaru terkait kesepakatan ini datang di saat perundingan damai dengan Israel yang ditengahi Amerika Serikat goyah di tepi kehancuran.
Pertemuan kedua faksi Palestina ini datang hanya sepekan sebelum akhir taget awal selama sembilan bulan ditetapkan atas kesepakatan Israel-Palestina.
Hamas benar-benar menentang adanya negosiasi antara Palestina dengan Israel.