Gerilyawan asal Somalia Asy-Syabab kemarin menegaskan tidak ada wanita terlibat dalam penyerangan di pusat perbelanjaan Westgate di Ibu Kota Nairobi, Kenya, pada 21 September lalu. Pernyataan itu membantah spekulasi bahwa Samantha Lewthwaite atau perempuan asal Inggris yang dikenal dengan sebutan 'Janda Kulit Putih' ambil bagian dalam serangan mematikan itu.
"Kami sekali lagi menegaskan tidak ada wanita terlibat dalam serangan di Westgate," kata Asy-Syabab di jejaring sosial Twitter. Mereka menyatakan pihaknya memiliki sebuah kebijakan tidak mempekerjakan para perempuan untuk misi-misi semacam itu, seperti dilansir surat kabar the Mail and Guardian, Selasa (1/10).
"Sepekan setelah insiden penyerangan di Mal Westgate, pemerintah Kenya dan pejabat intelijen Barat gagal mengungkap fakta dan rincian mengenai Operasi Westgate," ujar Asy-Syabab, sambil memuji minimnya informasi mengenai para penyerang dan rincian tentang bagaimana pembunuhan itu direncanakan dan dilaksanakan.
"Pemerintah Kenya masih mengejar buntut penyerangan dengan berpegangan pada gagasan putus asa bahwa seorang wanita memimpin serangan ini," kata kelompok itu dalam pernyataan lain di Twitter.
Sembilan tersangka saat ini telah ditahan dalam kaitannya dengan serangan tersebut. Insiden itu merupakan salah satu serangan terburuk dalam sejarah Kenya.
Menteri Dalam Negeri Kenya Joseph Ole Lenku mengatakan 156 saksi telah memberikan keterangan terkait insiden penyerangan itu, sementara penyelidik Kenya dan asing berusaha menyatukan potongan-potongan peristiwa selama pengepungan selama 80 jam itu.
Asy-Syabab mengklaim bertanggung jawab atas serangan di pusat perbelanjaan Westgate pada 21 September lalu, ketika sekelompok orang bersenjata menyerbu ke dalam kompleks pertokoan itu dan menembakkan granat serta senjata otomatis. Serangan itu membuat pengunjung toko panik dan lari berhamburan menyelamatkan diri.
Kelompok itu menyandera sejumlah orang dan terlibat ketegangan dengan polisi serta pasukan Kenya hingga Selasa pekan lalu, ketika Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengumumkan penyerangan telah berakhir dan mengakibatkan sedikitnya 67 orang tewas. Palang Merah kemarin menyatakan 39 orang lainnya masih hilang.
Sejumlah saksi dikutip koran the New York Times menyebutkan sedikitnya dua dari penyerang adalah wanita, dan ada beberapa laporan bahwa kelompok itu mungkin dipimpin oleh militan Inggris Samantha Lewthwaite.
Lewthwaite, 29 tahun, yang dikenal sebagai 'Janda Kulit Putih' adalah seorang mualaf dan janda dari Jermaine Lindsay, satu dari empat penyerang bom bunuh diri di kereta bawah tanah London pada Juli 2005 lalu. Serangan itu menewaskan 52 orang.
Kenya, yang menjadi tempat tinggal banyak warga Somalia, dilanda berbagai gelombang serangan, terutama di Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa serta Garissa, setelah pasukan negara itu memasuki Somalia pada Oktober 2011 untuk menumpas kelompok gerilyawan garis keras Asy-Syabab. Kenya menuding kelompok itu bertanggung jawab atas aksi penculikan dan serangan bom di dalam wilayah Kenya.
Pasukan Kenya menyerang pangkalan-pangkalan Asy-Syabab sejak dua tahun lalu, dan kemudian bergabung dengan pasukan Uni Afrika berkekuatan 17.700 orang yang ditempatkan di Somalia.
Asy-Syabab yang bersekutu dengan Al-Qaidah mengobarkan perang selama beberapa tahun ini untuk menumbangkan pemerintah Somalia dukungan PBB.