Polisi Inggris dikabarkan mulai menginterogasi salah satu tersangka utama dalam pembunuhan brutal terhadap tentara Inggris, Lee Rigby (25 tahun), setelah dirinya diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
Situs asiaone.com melaporkan, Rabu (29/5), Michael Adebowale (22 tahun) kemarin akhirnya dipindahkan ke sel tahanan polisi setelah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Sementara keluarga tersangka kedua, Michael Adebolajo (28 tahun), menyatakan rasa malu yang mendalam dan tertekan atas insiden pembunuhan itu.
Lee Rigby dibunuh dengan cara dipenggal pada Rabu pekan lalu di dekat markas militer di Wilayah Woolwich, London Timur. Usai menghabisi korban, kedua pelaku tidak melarikan diri dan mengatakan kepada orang yang berada di sekitar situ bahwa mereka menghabisi nyawa korban lantaran banyak muslim dibantai setiap harinya.
Kedua pelaku mengalami luka-luka setelah berhasil ditembak polisi di tempat kejadian dan dilarikan ke rumah-sakit di London secara terpisah, di bawah penjagaan bersenjata sampai mereka cukup baik untuk dilakukan pemeriksaan.
Kepolisian yang bertanggung jawab atas keamanan di London (Scotland Yard) mengatakan setelah keluar dari rumah sakit kemarin, Adebowale langsung dimasukkan ke sel tahanan di London Selatan.
Penyidik hanya mempunyai waktu 24 jam untuk menginterogasi tersangka, sebelum mereka bisa meminta perpanjangan kembali. Setelah total penyidikan sampai 96 jam, maka polisi harus memutuskan apakah tersangka akan dikenakan tuntutan atau dilepaskan.
Sementara Adebolajo, yang terlihat dalam video amatir setelah insiden pembunuhan dan mengklaim bahwa tindakan itu dilakukan sebab tentara Inggris membunuh kaum muslim, saat ini dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Keluarga Adebolajo telah mengeluaran pernyataan belasungkawa kepada keluarga korban dan anaknya masih berusia dua tahun bernama Jake. Mereka mengatakan tidak ada tempat bagi kekerasan atas nama agama atau politik.
Baik Adebolajo dan Adebowale, merupakan mualaf dari keluarga Kristen Nigeria. Keduanya diyakini telah diketahui sebelumnya oleh intelijen Inggris MI5.