Keras kepala berujung tragedi

Asosiasi Senapan Nasional Amerika (NRA) berpengaruh kuat di parlemen untuk menggagalkan upaya pelarangan senjata api.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Keras kepala berujung tragedi
duka kerabat korban joker. REUTERS

Malam itu para penonton di Bioskop Century 16, Kota Aurora, Colorado, Denver, Amerika Serikat, bermaksud menikmati aksi superhero Batman dalam menghajar musuhnya The Joker di pemutaran perdana film The Dark Knight Rises. Mereka tak pernah menduga ketika seorang sakit jiwa berkostum Joker yang ada di tengah penonton tiba-tiba mengamuk dengan berondongan peluru menggunakan dua senapan otomatis dan granat asap. Tragedi 20 Juli tahun lalu itu mencatat 12 orang tewas dan melukai 59 lainnya, termasuk tiga warga Indonesia, seperti dilansir TYTnetwork.Di Amerika, warga sipil bisa dengan mudah memiliki senjata api. Di beberapa negara bagian seperti di Colorado toko senjata tidak meminta pembeli senjata api mengisi formulir dan mengurus pendaftaran. Kebijakan ini disebut 'tidak tanya, bayar dan bawa pulang'.Bahkan di Kota Detroit, sebuah bank memberi hadiah langsung senapan dan peluru setelah seseorang membuka rekening. Beberapa daerah juga tidak menerapkan batasan umur. Anak usia 12 tahun pun bisa saja membeli pistol tanpa harus menyertakan izin orang tua.Amerika Serikat kini memiliki 270 juta senjata api di tangan sipil dari sekitar 340 juta warganya. Berdasarkan data statistik surat kabar the New York Times, lebih 29 ribu warga tewas tiap tahun karena kekerasan senjata api, dan 2.825 anak-anak meninggal karena sebab yang sama. Enam bulan setelah penembakan di bioskop itu pemuda 20 tahun bernama Adam Lanza kembali menyentak kesadaran warga Amerika. Aksinya membantai 28 orang termasuk dirinya sendiri di Sekolah Dasar Sandy Hook, Kota Newtown, Connecticut, semakin membuat Presiden Barack Obama ingin mewujudkan undang-undang tentang kepemilikan senjata api. Selama ini Asosiasi Senapan Nasional (NRA) memiliki pengaruh kuat di parlemen untuk selalu menggagalkan upaya pelarangan senjata api bagi warga sipil. Kelompok ini merupakan pendukung utama hak-hak pemilik senjata api. Mereka bahkan menentang hampir semua proposal Gedung Putih tentang pengetatan kepemilikan senjata api. Di awal periode kedua jabatannya sebagai presiden, Obama mendesak para anggota Kongres untuk menggunakan hati nurani mereka dalam melihat kenyataan yang terjadi di sekolah-sekolah Amerika. Obama mengatakan Wakil Presiden Joe Biden telah menghasilkan rekomendasi reformasi yang menunjukkan akal sehat. "Apakah semua akan lolos di Kongres? Saya tidak tahu," kata Obama di Gedung Putih kemarin.Presiden NRA David Keene mengatakan tampaknya upaya Obama itu tidak akan berhasil di Kongres. Dia menekankan para pemilik senjata api yang bertanggung jawab tidak perlu takut dan mengatakan dia mendukung hak kepemilikan senjata seperti yang diamanatkan dalam Amandemen Kedua Undang-Undang Dasar Amerika.Terkait banyaknya kasus penembakan di lingkungan warga sipil seperti sekolah, NRA dengan keras kepala justru mengusulkan agar penjaga-penjaga bersenjata ditempatkan di setiap sekolah di Amerika.

Rekomendasi