Kelompok Al-Qaidah di Yaman menawarkan sejumlah hadiah bagi siapa saja dapat membunuh Duta Besar Amerika Serikat untuk Yaman Gerald M Feierstein di Ibu Kota Sanaa, Yaman, atau dapat membunuh tentara Amerika di negara itu.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (31/12), sebuah rekaman suara dibuat oleh Yayasan Al-Malahem dan diunggah ke situs kelompok milisi dua hari lalu mengatakan mereka menawarkan hadiah tiga kilo emas atau setara Rp 1,5 miliar untuk membunuh Feierstein.
Kelompok ini juga akan memberikan Rp 223 juta bagi siapa saja dapat membunuh tentara Amerika di Yaman. Namun, masa berlaku sayembara ini hanya enam bulan. "Hadiah ini dibuat untuk menginspirasi dan mendorong sesama saudara muslim di negara ini agar melakukan jihad," ucap pernyataan kelompok itu.
Pihak Kedutaan Besar Amerika di Kota Sanaa tidak mau berkomentar saat dimintai keterangan oleh kantor berita Associated Press terkait pernyataan itu.
Washington memandang Al-Qaidah di Yaman merupakan perwakilan paling berbahaya dari kelompok itu. Kelompok ini telah memenuhi seluruh kota dan desa di Yaman dengan cara mengambil keuntungan dari longgarnya keamanan saat aksi unjuk rasa merebak di seantero negara itu untuk melengserkan Presiden Ali Abdullah Saleh tahun lalu.
Seorang pejabat keamanan tidak disebutkan namanya mengatakan dua orang bersenjata menggunakan motor telah menembak dan membunuh dua petugas intelijen di Kota Sanaa kemarin. Pejabat keamanan itu menyebut intelijen dan petugas keamanan saat ini telah diinstruksikan untuk mengambil langkah pencegahan di luar jam kerja.
Pemerintah Yaman menuduh Al-Qaidah telah membunuh beberapa pejabat senior militer dan intelijen Yaman tahun ini. Kebanyakan aksi pembunuhan itu dilakukan oleh orang bersenjata dan menggunakan motor.
Petugas kemanan di Kota Sanaa juga telah meluncurkan kampanye untuk menekan aksi kejahatan atau penyerangan dilakukan pengendara motor. Polisi dilaporkan telah menahan dua ratus orang, termasuk mereka tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).