Pejabat pemerintah Palestina hari ini mengangkat jenazah mantan Presiden Otoritas Palestina, Yasser Arafat, dari makamnya di Kota Ramallah, Tepi Barat untuk diotopsi. Ini melibatkan ahli forensik dari Swiss, Prancis, dan Rusia. Surat kabar the Washington Post melaporkan, Selasa (27/11), tim otopsi akan memeriksa jenazah lelaki meninggal di usia 75 tahun itu untuk mengetahui penyebabnya. Mayat Arafat dipindahkan ke sebuah masjid terdekat untuk diperiksa. Para dokter akan mengambil sampel dari tulang dan menyerahkannya ke para ahli forensik dari tiga negara itu. Sebelumnya para ahli juga mengambil sejumlah sampel dari kamar tidur Arafat, kantor, dan barang-barang pribadinya. Setelah itu, Arafat akan kembali dikebumikan dengan upacara penghormatan militer.Pekan lalu Taufik Tirawi, ketua tim penyelidik kematian Arafat, menyatakan hasil penyelidikan itu belum akan diumumkan dalam waktu dekat. Dia hanya menyebutkan upaya pembuktian kematian itu bisa memakan waktu berbulan-bulan.Arafat meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit Militer Van de Grace di Ibu Kota Paris, Prancis. Para dokter yang menangani dirinya mengungkapkan ayah satu putri ini menderita AIDS, penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh akibat virus HIV.Janda Arafat, Suha, telah meminta pengadilan di Prancis memerintahkan penyelidikan mengenai sebab kematian suaminya itu.Penyelidikan selama sembilan bulan diumumkan Juli lalu menyebutkan uji laboratorium terhadap barang-barang pribadi Arafat, seperti pada pakaian, sikat gigi, hingga kafiyeh - menunjukkan terdapat jejak polonium dengan kadar melebihi batas aman.Kandungan zat radioaktif berbahaya dan jarang itu telah mencemari darah, keringat, ludah, dan air kencing Arafat. Tes itu dilakukan para ahli patologi tersohor di the Institut de Radiphysique di Kota Lausanne, Swiss. Tim medis menemukan kandungan polonium itu sepuluh kali lipat dari batas aman.
Jenazah Arafat diotopsi hari ini
Ini melibatkan ahli forensik tiga negara.
Advertisement
Rekomendasi