Satu iklan buat menyokong calon presiden dari Partai Republik, Mitt Romney, diputar berulang-ulang di Negara Bagian Wisconsin, sepekan menjelang hari pencoblosan. Pariwara itu memperlihatkan tiga perempuan: Connie, Kim, dan Anita, memberikan alasan mereka mengalihkan dukungan dari Presiden Barack Hussein Obama kepada Romney. Tim sukses Romney berharap pemilih perempuan di seantero Amerika Serikat mengikuti jejak ketiganya. Sayang, keinginan itu tidak terkabul. Kaum hawa berhak memilih masih terpikat dengan janji-janji kampanye presiden kulit hitam pertama Amerika itu. Hasilnya, lelaki 51 tahun ini terpilih lagi untuk masa jabatan kedua. Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos di hari pemilihan, 55 persen pemilih wanita mendukung Obama dan 43 lainnya menyukai Romney, seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (7/11). Keunggulan 12 poin ini nyaris serupa dengan kemenangan Obama empat tahun lalu ketika mengalahkan John McCain. Saat itu, Obama unggul 13 persen soal dukungan dari kalangan perempuan.Suara perempuan diraup Romney ini lebih rendah enam persen ketimbang raihan McCain. Salah satu kunci keberhasilan Obama meraih dukungan kaum hawa adalah isu-isu sosial. Menurut hasil survei, perempuan menyokong kampanye Obama yang membolehkan aborsi dan pernikahan sesama jenis. Standar upah yang sama antara lelaki dan perempuan serta layanan kesehatan buat wanita juga berhasil membetot gairah mereka buat memilih Obama. Rose Riod, 40 tahun, termasuk perempuan terpikat dengan kampanye Obama. Penduduk Maplewood di Negara Bagian New Jersey ini dua kali mencoblos untuk Presiden George Walker Bush. Kali ini, dia memilih Obama lantaran pandangan sosial Romney dianggap terlalu keras. "Partai Republik sekarang kian konservatif. Mereka tidak lagi mewakili pandangan perempuan independen," katanya. Kaum perempuan memandang layanan kesehatan sebagai isu terpenting buat mereka, versi survei Reuters/Ipsos. Itu pula menjadi alasan Brandi Bettinghouse, perawat 26 tahun asal Kota Reno (Negara Bagian Nevada), memilih Obama. "Saya tidak memilih Obama empat tahun lalu, tapi setelah melihat isu-isu kampanyenya, saya lebih setuju dengan dia," ujarnya. Banyak perempuan tidak peduli dengan krisis ekonomi yang memang sudah berlangsung sebelum Obama menghuni gedung Putih empat tahun lalu. "Tentu saja perlu proses penjang buat memperbaiki," ucap Brandon Fox, 48 tahun, warga Kota Richmond, Negara Bagian Virginia.
Obama rupanya sadar betul dengan makna hadis Nabi Muhammad: "Hancur atau majunya sebuah bangsa tergantung perempuan."