Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Mitt Romney hampir pasti menjadi lawan calon petahana Barack Hussein Obama. Jalan Romney amat besar karena rival utamanya selama pemilihan internal partai, Rick Santorum, memutuskan mundur dari persaingan.Santorum mengumumkan pengunduran diri ditemani anak dan istrinya di Kota Gettysburg, Negara Bagian Pennsylvania, Amerika, Rabu (11/4), atau Selasa malam waktu setempat. "Saya, keluarga, dan tim sukses memutuskan kampanye kepresidenan berakhir sejak hari ini," ujar Santorum dengan mata memerah.Dia mengaku akan tetap mendukung partai meski tidak lagi bersaing jadi kandidat calon presiden. "Meskipun kampanye sudah berakhir bagi saya, kita tidak berhenti berjuang," kata Santorum seperti dikutip dari surat kabar the New York Times. Santorum terpaksa mundur karena menyadari cukup sulit buat mengejar perolehan suara rival utamanya itu. Romney yang seorang penganut mormon berhasil memperoleh dana kampanye lebih besar dan mendapat mayoritas suara pengurus wilayah partai sebagai bekal yang lebih kuat menghadapi Konvensi Partai Republik.
Romney memuji pengunduran diri rivalnya itu sebagai langkah ksatria. "Tuan Santorum memberi sumbangan berarti dalam proses politik kita, saya akan segera menemuinya untuk bertukar pikiran sebagai sahabat," kata Romney.Pengamat politik yang juga pendukung Santorum Tony Perkins menilai tugas Romney belum selesai buat mengamankan suara kalangan konservatif Amerika. "Kaum konservatif yang merupakan basis pendukung Republik tidak akan begitu saja memilih Romney, dia harus meyakinkan kita tentang visinya dalam memimpin negara," ujar Perkins. Masih ada bakal calon lain dari Partai Republik, yaitu Newt Gingrich. Namun dia diprediksi akan segera mundur pula karena sedang mengalami kesulitan keuangan. Bila tidak ada halangan berarti, Romney akan mendapat persetujuan mutlak saat konvensi Partai Republik di Tampa, Florida, akhir Agustus mendatang. Dia bakal bersaing dengan Presiden Obama November mendatang.