Horta siap kalah di pemilihan presiden

Taur Matan Ruak diyakini bakal menang pada pemilihan presiden Timor Leste besok karena disokong oleh Xanana Gusmao.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Horta siap kalah di pemilihan presiden
Baliho kampanye calon presiden Jose Ramos Horta masih terpasang di hari terakhir kampanye di Ibu Kota Dili, Rabu (14/3). (Romeo Gacad/AFP)

Sehari lagi Timor Leste bakal menyelenggarakan pemilihan presiden. Saat ditemui wartawan di Ibu Kota Dili setelah kampanye terakhir, calon presiden Jose Ramos Horta menyatakan siap kalah. Surat kabar the Sydney Morning Herarld melaporkan, Jumat (16/3), politikus senior ini merasa tenang karena keputusannya maju atas desakan rakyat. "Sehingga saya yakin dengan (keputusan maju) ini. Bila rakyat tidak menghendaki, saya siap kalah," kata Horta, presiden  kedua Timor Leste yang terpilih lima tahun lalu. Pemilihan presiden yang diselenggarakan besok merupakan ketiga kalinya buat negara muda itu. Hari pelaksanannya sekaligus menandai 10 tahun kemerdekaan Timor Leste.Horta merupakan calon paling akhir mendaftar ke komisi pemilihan umum. Dia baru mengumumkan niat maju kembali pada pemilihan presiden dua bulan lalu setelah bertemu 2.000 massa di Dili. Niatan Horta di detik akhir pencalonan diperkirakan pengamat tidak akan mengubah peta pemilu.Horta yang pecah kongsi dengan Perdana Menteri Xanana Gusmao dipastikan tidak mendapat dukungan Dewan Perlawanan Timor Leste untuk Kemerdekaan (CNRT). Hubungan dua tokoh yang amat dominan di panggung politik Timor Leste satu dekade terakhir itu renggang karena Horta menuduh elit CNRT melakukan korupsi berjama'ah. Akhirnya, partai pimpinan Gusmao itu mengalihkan dukungan kepada mantan panglima militer Taur Matan Ruak.     Ruak yang bernama asli Jose Maria de Casconselho adalah mantan panglima milisi Falintil yang aktif melawan TNI selama negara itu masih menjadi provinsi ke-27 Indonesia. Dia dikenal sosok tentara yang keras dan pernah mengusulkan wajib militer buat anak-anak muda Timor Leste.Calon lain yang berpeluang menjadi orang nomor satu di negara itu adalah Francisco Gutteres, Ketua Partai Fretilin dan mantan Ketua Parlemen Timor Leste 2002-2007. Kuda hitam lainnya Fernando de Araujo dari Partai Demokrat yang kini menjabat ketua parlemen.Ruak diperkirakan tidak akan terbendung karena rakyat di pedesaan masih menuruti seruan Gusmao. Setiap calon presiden harus mendapat lebih dari 50 persen suara untuk langsung menang satu putaran. Bila tidak ada yang mencapai jumlah itu, maka dua kandidat teratas akan maju ke putaran lanjutan dua pekan mendatang.

Rekomendasi