Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Raja Saudi liburan ke kota bisnis bernilai USD 500 miliar

Raja Saudi liburan ke kota bisnis bernilai USD 500 miliar Raja Salman menari dengan pedang. ©2018 Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud kemarin tiba di NEOM, kota yang tengah dibangun dengan proyek senilai USD 500 miliar, untuk berlibur.

Kantor berita kerajaan, SPA, mengatakan Raja Salman dan rombongannya akan menghabiskan waktu untuk 'beristirahat dan berekreasi' tanpa merinci lebih jauh.

NEOM adalah kawasan seluas 26.500 kilometer persegi yang dibangun untuk menjadi pusat bisnis dan wisata terletak di Tabuk, wilayah Saudi yang berdekatan dengan perbatasan Mesir.

Dilansir dari laman Reuters, Selasa (31/7), keluarga kerjaan Saudi biasanya berlibur di luar negeri seperti di Prancis, selatan Spanyol, dan Tangier, Maroko.

Belum diketahui di mana pria 82 tahun itu akan menginap. Namun pada Februari lalu sumber Reuters mengatakan pemerintah sudah memerintahkan perusahaan konstruksi lokal untuk membangun lima istana bagi raja, putra mahkota, dan anggota kerajaan senior lainnya di pesisir Laut Merah, sekitar 150 kilometer sebelah barat Kota Tabuk.

foto rencana pembangunan neom

foto rencana pembangunan Neom ©Neom

Sebuah dokumen memperlihatkan rencana rancangan kawasan NEOM meliputi gedung-gedung modern bergaya arsitektur Maroko dihiasi ornamen khas Islam dan keramik penuh warna. Kompleks istana juga memuat landasan helikopter, sebuah lapangan golf, dan pantai.

Putra mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Oktober lalu mengumumkan rencana pembangunan kota futuristik NEOM untuk menciptakan lapangan kerja, investasi luar negeri, dan mengurangi ketergantungan Saudi akan minyak. Di kawasan itu juga Saudi akan menerapkan berbagai kebebasan bagi warganya yang selama ini dilarang di negara itu.

Kerajaan tidak merespons pertanyaan seputar bagaimana status pembangunan di NEOM yang saat ini masih terlarang dimasuki warga sipil. Sebagian istana di sana diyakini sudah rampung dalam beberapa bulan dengan biaya yang dirahasiakan.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP