Piramida Berusia 1.100 Tahun di Meksiko Tiba-Tiba Runtuh, Benarkah Pertanda Buruk?

Piramida ini pernah menjadi monumen peninggalan Kerajaan Michoachan yang paling utuh dan lestari.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Piramida Berusia 1.100 Tahun di Meksiko Tiba-Tiba Runtuh, Benarkah Pertanda Buruk?
Piramida Ihuatzio di Meksiko runtuh. (Ramiro Aguayo/INAH)

Piramida batu setinggi 15 meter berusia 1.100 tahun di negara bagian Michoacan, Meksiko tiba-tiba runtuh. Tembok bagian selatan piramida ini hancur menjadi tumpukan puing pada 29 Juli malam.

Dikutip dari Science Alert, Rabu (21/8), piramida kuno ini runtuh karena hujan tanpa henti yang melanda wilayah tersebut.

Piramida ini pernah menjadi monumen peninggalan Kerajaan Michoachan yang paling utuh dan lestari. Di kompleks piramida yang terletak di Ihuatzio ini, terdapat juga satu piramida lainnya, sebuah menara atau benteng, dan beberapa makam kuno.

Wilayah ini pertama kali diduduki sekitar 1.100 tahun lalu oleh suku yang berbicara bahasa Nahuatl. Lalu kemudian menjadi markas bangsa P'urhépechas, satu-satunya kekaisaran yang tidak bisa ditaklukkan bangsa Aztec. Kebudayaan P'urhépechas masih berkembang hingga saat ini.

Menurut Institut Nasional Antropologi dan Sejarah Meksiko (INAH), hanya satu piramida di situs itu yang hancur, tapi sedikitnya enam 'badan berundaknya' rusak, termasuk dinding luar, serta inti dan dinding penahan. Menurut INAH, penyebab runtuhnya piramida ini karena cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

"Suhu tinggi sebelumnya tercatat di wilayah tersebut, dan kekeringan menyebabkan retakan yang memudahkan penyerapan air ke dalam interior banguna pra-Hispanik," jelas INAH dalam pernyataannya.

Akibatnya, runtuhnya piramida tersebut tidak terelakkan. Saat ini pihak berwenang fokus memperbaiki struktur piramida tersebut.

Menurut Tariakuiri Alvarez, yang mengidentifikasi dirinya sebagai anggota suku P'urhépecha yang masih hidup, nenek moyangnya menafsirkan runtuhnya piramida di Ihuatzio sebagai "pertanda buruk".

Dalam unggahan Facebooknya, Alvarez mengatakan sebelum kedatangan penakluk asing di Meksiko, hal yang sama pernah terjadi dan itu karena para dewa "tidak senang".

Rekomendasi