Peringatan nuklir keliru bikin panik seluruh Hawaii

Minggu, 14 Januari 2018 11:16 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Peringatan nuklir keliru bikin panik seluruh Hawaii Cuitan peringatan nuklir keliru Hawaii. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Penduduk Negara Bagian Hawaii, Amerika Serikat, kemarin sempat dibikin panik dan bingung. Penyebabnya adalah tanda bahaya ancaman serangan nuklir mendadak berbunyi karena operatornya keliru menekan tombol ketika bergantian jaga.

Dilansir dari laman BBC, Minggu (14/1), insiden itu terjadi pada Sabtu kemarin pukul 08.07 waktu setempat. Menurut Gubernur Hawaii, David Ige, saat itu dua kelompok operator berisi tiga anggota bergantian giliran jaga di Lembaga Manajemen Darurat (EMA). Ketika hendak beralih ke kelompok lain, operator sebelumnya diharuskan melakukan pengujian sistem sebelum pulang buat melihat apakah bekerja normal atau tidak. Namun, mereka keliru menekan tombol dan malah mengaktifkan peringatan terhadap bom nuklir.

Alhasil, pesan peringatan itu masuk ke seluruh ponsel orang yang berada di Hawaii, dan disebarluaskan oleh stasiun televisi dan radio setempat. Isi pesan itu adalah, 'Rudal balistik mengarah ke Hawaii. Segera cari tempat perlindungan. Ini bukan latihan'. Pesan itu bertahan selama 18 menit, sebelum pemerintah mengirimkan pernyataan kalau pesan itu keliru melalui pos elektronik dan pesan pendek 38 menit kemudian.

"Itu kesalahan. Seharusnya itu tidak terjadi," kata David Ige.

Pesan itu sempat membikin penduduk dan orang-orang berada di Hawaii kalang kabut. Mereka berlarian mencari tempat perlindungan. Kepanikan baru mereda sekitar satu jam kemudian setelah pesan tentang kekeliruan peringatan itu disebarkan.

Kejadian itu membikin berang Komisi Komunikasi Federal AS. Sang ketua, Ajit Pai, menyatakan bakal menyelidiki penyebab di balik insiden itu. Apakah hal itu benar-benar karena keteledoran manusia atau ada unsur sabotase.

Pemerintah AS memasang sistem peringatan itu karena daya Hawaii dan Guam masuk dalam daya jangkau rudal Korea Utara. Rudal itu bisa membawa hulu ledak nuklir dan hidrogen. Sistem itu terakhir diuji secara resmi pada Desember 2017 lalu, setelah tertidur sekian lama selepas masa perang dingin.

[ary]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Amerika Serikat
  3. Nuklir
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini