Buaya ini dijadikan persembahan terhadap dewa buaya Mesir kuno, Sobek.
Para peneliti memindai mumi buaya berusia 3.000 tahun dan menemukan di dalam perut hewan purba itu ada kait perunggu.
Buaya sepanjang 2,2 meter itu mati sebelum bisa mencerna seekor ikan yang ditemukan utuh di sekitar kail di perutnya.
Kait yang ditemukan di dalam perut buaya dan proses pengawetannya mengindikasikan hewan ini sengaja ditangkap di alam liar dan dijadikan persembahan kepada dewa buaya Mesir, Sobek, seperti dilansir Science Alert.
Orang Mesir kuno yang mempersiapkan mumifikasi buaya ini tidak mengeluarkan isi perutnya, seperti mumifikasi jasad manusia.
Advertisement
Kondisi ini mempermudah tim peneliti Inggris untuk mengungkap isi perut hewan buas ini.
“Penelitian sebelumnya lebih menyukai teknik invasif seperti membuka bungkusan dan otopsi, radiografi 3D memberikan kemampuan untuk melihat ke dalam tanpa merusak artefak penting dan menakjubkan ini,” jelas ahli arkeozoologi Universitas Manchester, Lidija McKnight.
Pemindaian mengungkapkan mengungkapkan batu-batu yang ditelan buaya ini untuk membantu pencernaannya yang bermasalah juga belum sampai ke dalam perutnya.
Mumi buaya tanpa isi perut lainnya yang diteliti pada tahun 2019 ditemukan dalam kondisi serupa, dengan perut masih penuh telur, hewan pengerat, serangga, serta sisa tulang dan bulu ikan.
Para peneliti menduga rentang waktu yang pendek antara waktu makan terakhir dan kematian buaya berarti mereka sengaja ditangkap –
Advertisement
diburu khusus untuk ritual keagamaan.
Orang Mesir kuno menyembah buaya besar sebagai representasi Sobek, dewa sungai Nil. Sebagai predator teratas, buaya ditakuti karena bahaya, dan simbolnya diyakini bisa melindungi dari bahaya dan melindungi berbagai tempat dari pengaruh negatif.
Buaya juga dianggap tanda kesuburan mungkin karena perlakuan lembut yang ditunjukkan reptil ini pada anak-anaknya. Jadi populasi buaya yang sehat dianggap sebagai pertanda baik bagi berkembangnya pertanian.
Hasil temuan para peneliti ini diterbitkan dalam jurnal Digital Applications in Archaeology and Cultural Heritage.