Paus Ingin Kritik Trump secara Langsung soal Tembok Perbatasan

Kamis, 30 Mei 2019 14:51 Reporter : Merdeka
Paus Ingin Kritik Trump secara Langsung soal Tembok Perbatasan Paus Fransiskus. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemimpin Takhta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, mengatakan pada Selasa 28 Mei 2019, ia ingin menyampaikan kecaman langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal pembangunan tembok perbatasan.

Paus adalah salah satu figur dunia yang konsisten menyuarakan kritik terhadap kebijakan imigrasi presiden ke-45 AS itu.

Paus berbicara tentang situasi di perbatasan AS-Meksiko selama wawancara dengan organisasi berita Meksiko Televisa, juga memperingatkan Trump agar tidak melanjutkan kebijakan pemisahan keluarga-keluarga imigran.

"Saya tidak tahu ada apa dengan budaya baru yang mempertahankan wilayah dengan cara membangun tembok. Kita sudah pernah mengalami yang seperti ini, di (Tembok) Berlin, itu membuat kita pening dan menderita," kata pemimpin Gereja Katolik Roma itu, seperti dikutip dari Huffpost, Rabu (29/5).

"Dan memisahkan anak-anak dari orang tua mereka bertentangan dengan hukum kodrat, serta (perlakuan) terhadap orang-orang Kristen (imigran) itu ... mereka (AS) juga tidak dapat melakukannya," tambahnya.

"Itu kejam. Itu terjadi karena kekejaman luar biasa. Dan untuk mempertahankan apa? Wilayah, atau ekonomi negara atau tidak tahu apa."

Ketika reporter Televisi Vatikan bertanya apakah Paus akan memberi tahu Trump hal yang sama di wajahnya jika presiden duduk di depannya, Paus Fransiskus berkata, "Sama, karena saya katakan di depan umum ... Saya bahkan mengatakan bahwa mereka yang membangun tembok berakhir menjadi tahanan dari dinding yang mereka bangun."

Presiden pernah bertemu dengan Paus pada tahun 2017, dan sejak itu, tidak ada pertemuan lebih lanjut yang dilaporkan akan direncanakan.

Paus juga pernah membuat kritik pedas pada 31 Maret, ketika pemerintahan Trump mengumumkan akan memotong bantuan ke El Salvador, Guatemala dan Honduras untuk menghukum pemerintah mereka atas masuknya imigran ke perbatasan AS-Meksiko.

Selain itu, guna menanggapi ancaman Trump untuk menutup perbatasan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa persoalan imigrasi "harus diselesaikan secara berbeda, secara manusiawi, bukan dengan kawat berduri."

Vatikan mengumumkan pada 27 April 2019 bahwa Paus menyumbangkan US$ 500.000 dalam bentuk bantuan kepada para imigran di Meksiko yang telah mencari "masa depan yang lebih baik di Amerika Serikat" tetapi telah menemukan bahwa perbatasan AS "tertutup bagi mereka."

Paus Fransiskus mengatakan sumbangan itu akan didistribusikan kepada 27 proyek di seluruh Meksiko untuk membantu mendanai perumahan, makanan, dan kebutuhan lainnya bagi imigran Amerika Tengah yang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan.

Trump terus-menerus menjajakan gagasan bahwa tembok di perbatasan akan membantu membendung aliran obat-obatan dan kejahatan yang masuk ke AS, dan presiden telah berselisih dengan Anggota DPR AS fraksi Demokrat yang beroposisi dan beberapa hakim tentang cara mendanai itu.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini