Negara Ini Larang Warga Jalan-jalan dengan Anjing
Pemerintah Iran memperluas larangan membawa anjing jalan-jalan di tempat umum. Apa alasan di balik larangan Iran larang warga jalan-jalan dengan anjing ini?
Pemerintah Iran baru-baru ini memperluas larangan membawa anjing jalan-jalan di tempat umum. Kebijakan ini awalnya diterapkan di Teheran pada tahun 2019. Kini, larangan tersebut diperluas ke kota-kota lain seperti Ilam, Isfahan, dan Kerman.
Mengutip Malay Mail, Selasa (10/6/2025), langkah ini merupakan kelanjutan dari arahan kepolisian pada tahun 2019 yang melarang warga membawa anjing di Teheran. Saat ini, larangan ini telah resmi diterapkan di kota Ilam, yang terletak di bagian barat Iran.Setidaknya 17 kota lainnya, termasuk Isfahan di wilayah tengah dan Kerman di selatan, juga telah menerapkan kebijakan serupa dalam beberapa hari terakhir. Meskipun hukum di Iran tidak secara tegas melarang kepemilikan anjing, isu ini telah menjadi topik yang sensitif sejak terjadinya Revolusi Islam pada tahun 1979.
Alasan Agama: Anjing Dianggap Najis
Beberapa ulama menganggap anjing sebagai hewan "najis" atau tidak suci, terutama karena air liurnya, dan melihat kepemilikan anjing sebagai pengaruh budaya Barat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. "Berjalan-jalan dengan anjing merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat, ketenangan, dan kenyamanan," ungkap Abbas Najafi, jaksa kota Hamedan di barat Iran, seperti yang dikutip oleh harian pemerintah Iran.
Pejabat setempat di Ilam menyatakan bahwa akan ada tindakan hukum bagi mereka yang melanggar, meskipun rincian mengenai sanksi belum dijelaskan secara rinci. Kebijakan ini juga mencakup larangan membawa anjing dalam kendaraan pribadi di ruang publik, sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi kepemilikan hewan peliharaan.
Meskipun larangan-larangan serupa telah dikenalkan sebelumnya, penegakan hukumnya sering kali tidak konsisten. Banyak warga Teheran dan kota-kota lain masih terlihat berjalan dengan anjing mereka, meskipun sering kali dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau diam-diam.
Simbol Budaya Barat yang Dianggap Negatif
Sikap yang tegas terhadap kepemilikan anjing dapat dilihat dari pernyataan sejumlah legislator. Pada tahun 2021, 75 anggota parlemen Iran menyatakan bahwa kepemilikan hewan peliharaan merupakan "masalah sosial yang merusak" yang berpotensi mengubah gaya hidup Islami secara perlahan. Selain itu,
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada tahun 2017 menyampaikan bahwa memelihara anjing tanpa tujuan fungsional seperti menggembala, berburu, atau menjaga rumah adalah tindakan yang tidak terpuji. Ia juga menegaskan bahwa jika praktik tersebut mirip dengan budaya non-Muslim atau mengganggu tetangga, maka hal itu dilarang.
Anjing dan kepemilikannya sering dikaitkan dengan budaya Barat. Sebagian pihak di Iran menganggap budaya barat sebagai pengaruh negatif. Larangan ini dapat dilihat sebagai upaya menjaga identitas budaya dan gaya hidup Islami Iran.
Pemerintah Iran berusaha menjaga nilai-nilai tradisional. Salah satunya dengan membatasi pengaruh budaya asing yang dianggap tidak sesuai. Kepemilikan anjing menjadi salah satu simbol yang dianggap mewakili budaya Barat.
Dengan melarang membawa anjing jalan-jalan, pemerintah Iran berharap dapat mengurangi pengaruh budaya Barat. Pemerintah juga ingin memperkuat identitas budaya Islami di negara tersebut.