Negara Arab yang Dekat dengan Israel Ini Berencana Usir 3.000 Anggota Hamas dari Gaza, Tujuannya Terungkap

3,000 orang tersebut termasuk anggota sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Negara Arab yang Dekat dengan Israel Ini Berencana Usir 3.000 Anggota Hamas dari Gaza, Tujuannya Terungkap
Negara Arab yang Dekat dengan Israel Ini Berencana Usir 3.000 Anggota Hamas dari Gaza, Tujuannya Terungkap (Merdeka.com)

Yordania mengajukan proposal kontroversial untuk mengasingkan 3.000 anggota Hamas, termasuk pemimpin militer dan sipil, dari Jalur Gaza, menurut laporan Middle East Eye. Usulan ini bertujuan untuk mengakhiri perang genosida Israel yang telah membunuh lebih dari 50.000 rakyat Palestina di Gaza, termasuk 18.000 anak-anak, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.

Menurut pejabat Amerika Serikat dan Palestina, tak hanya mengasingkan para pejuang Hamas, usulan tersebut juga berisi rencana penyingkiran tokoh Hamas baik militer maupun sipil, serta jadwal pelucutan senjata Hamas dan faksi perlawanan lainnya. Rencana tersebut secara efektif akan mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza dan membuka jalan bagi Otoritas Palestina untuk mengambil alih kendali. Demikian dikutip dari The Cradle, Rabu (26/3).

Dikutip dari Middle East Eye, usulan ini dapat mengakhiri kekuasaan Hamas di Jalur Gaza dan memungkinkan Otoritas Palestina (PA) untuk mengambil alih kendali. Middle East Eye menghubungi Kementerian Luar Negeri Yordania meminta konfirmasi terkait hal ini, namun tidak ada jawaban hingga berita ini dipublikasikan.

Rencana ini terungkap di tengah meningkatnya serangan penjajah Israel di Gaza setelah membatalkan gencatan senjata. Sejak 18 Maret, Israel membunuh 400 warga Palestina, termasuk 200 anak-anak.

Yordania merupakan salah satu negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Saat Iran menyerang Israel tahun lalu, Yordania mencegat sejumlah roket yang ditembakkan dari Iran.

Rekomendasi