Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Pendidikan AS dipermalukan saat pidato dalam wisuda

Menteri Pendidikan AS dipermalukan saat pidato dalam wisuda Betsy Devos. ©REUTERS/Joshua Roberts

Merdeka.com - Karma. Mungkin kata itu yang pantas buat menggambarkan apa yang terjadi terhadap Menteri Pendidikan Amerika Serikat, Betsy DeVos. Dia dipermalukan sebagai akibat dari ucapannya.

Peristiwa itu terjadi saat Betsy diundang buat menghadiri wisuda Universitas Bethune-Cookman, pada Rabu (10/5), waktu setempat. Acara itu digelar di Universitas Florida.

Seperti dilansir dari stasiun televisi Al-Jazeera, Kamis (11/5), saat itu para dekan dan rektor mempersilakan Betsy naik ke mimbar membacakan pidato. Namun, sejak menit pertama dia berbicara, sebagian besar wisudawan dan wisudawati mulai memperlihatkan sikap protes.

Mereka serentak berdiri dan berbalik badan memunggungi Betsy. Umpatan dan cemoohan dari para mahasiswa juga terdengar bersahut-sahutan.

"Woooooooo...," sorak para mahasiswa.

"Pembohong! Cepat pergi!," teriak mereka.

Melihat tingkah mahasiswanya, para dekan sempat kebingungan. Rektor Universitas Bethune-Cookman, Edison Jackson, bahkan sempat menyela pidato Betsy dan memberi peringatan.

"Kalau kalian masih seperti ini, ijazah kalian cuma kami kirim lewat pos. Terserah kalian mau pilih yang mana," kata Jackson.

Pangkal permasalahan ada pada pernyataan Betsy beberapa waktu lalu. Yakni soal lembaga pendidikan dibentuk dari, oleh, dan untuk kaum kulit hitam di Amerika Serikat. Menurut dia, institusi itu 'adalah pelopor bagi warga negara Abang Sam untuk bisa memilih sekolah'. Setelah dikritik habis-habisan, Betsy meralat ucapannya dan menyatakan lembaga pendidikan kaum kulit berwarna itu 'dilahirkan, bukan karena tidak ada pilihan, tetapi karena kebutuhan untuk menghadapi fasisme'.

Dia juga mencoba meluluhkan hati kaum kulit hitam, dengan mengajukan ide akan menghapus pajak dari sekolah-sekolah negeri, dan membebankannya ke perusahaan-perusahaan swasta. Namun, perkataannya dia semula terlanjur menyakitkan.

Padahal, pendirian lembaga itu adalah bentuk reaksi kaum kulit berwarna dari kebijakan pemisahan dan diskriminasi rasial di Amerika Serikat. Segala hak-hak mereka dibatasi dan dipersulit, termasuk mendapat pendidikan. Alhasil mereka memilih membangun lembaga alternatif buat menampung kaum kulit hitam dan berwarna lainnya.

Itu terjadi sejak 1849 hingga mendorong lahirnya gerakan hak asasi berujung pengesahan Undang-Undang Hak Sipil pada 1964. Universitas Bethune-Cookman didirikan oleh seorang perempuan kulit hitam, mendiang Mary McLeod Bethune, atas alasan itu.

Akibat pernyataan Betsy, muncul petisi meminta supaya dia tidak perlu hadir dalam wisuda. Namun, pihak kampus ngotot mengundangnya.

"Saya di sini hadir guna menunjukkan sikap, sebisa mungkin pemerintah berkomitmen penuh bagi kesuksesan kalian dan mahasiswa di seluruh Amerika Serikat," kata Betsy.

Sosok Betsy ditunjuk Presiden Donald Trump sebagai Menteri Pendidikan juga kontroversial. Sebab, dia tadinya penggalang dana kampanye Partai Republik, tetapi tidak mempunyai latar belakang buat menangani pendidikan.

Jackson mencoba meredam hal itu. Dia menyatakan bagaimanapun juga kondisi terus berubah dan kampusnya tidak bisa berjalan tanpa bantuan pihak lain. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP