Mengenal Pegasus, Spyware Buatan Israel untuk Menyadap Aktivis Sampai Presiden

Kamis, 22 Juli 2021 07:07 Reporter : Hari Ariyanti
Mengenal Pegasus, Spyware Buatan Israel untuk Menyadap Aktivis Sampai Presiden ilustrasi hacker. ©2017 winpoin.com

Merdeka.com - Aktivis HAM, jurnalis, dan pengacara di seluruh dunia menjadi sasaran malware ponsel yang dijual kepada pemerintah otoriter oleh perusahaan pengawasan Israel, NSO Group, berdasarkan investigasi sejumlah media ternama.

Data para aktivis dan jurnalis ini termasuk dalam daftar 50.000 nomor telepon yang diyakini menarik bagi klien NSO Group, yang dibocorkan ke sejumlah media besar.

Tidak jelas dari mana daftar itu berasal - atau berapa banyak telepon yang benar-benar telah diretas. Namun NSO membantah melakukan peretasan tersebut.

Perangkat lunak yang bernama Pegasus itu disebutkan penggunaannya bertujuan untuk melawan penjahat dan teroris dan hanya tersedia untuk militer, penegak hukum dan badan intelijen dari negara-negara dengan catatan HAM yang baik.

NSO mengatakan, penyelidikan yang dilaporkan media yang dilakukan Forbidden Stories yang berbasis di Paris dan Amnesty International disebut "penuh dengan asumsi keliru dan teori yang tidak terbukti”.

NSO berjanji akan terus menyelidiki semua klaim penyalahgunaan tersebut dan mengambil tindakan yang tepat.

Tuduhan peretasan melalui Pegasus ini dilaporkan pada Minggu oleh Washington Post, Guardian, Le Monde dan 14 organisasi media lainnya di seluruh dunia.

Pegasus menjangkiti perangkat iPhone dan Android, memungkinkan operator menambang data-data penting pemilik ponsel seperti pesan, foto, dan email, merekam panggilan, dan secara diam-diam mengaktifkan mikrofon dan kamera.

Baca Selanjutnya: Siapa saja target Pegasus?...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini