Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) mengimbau seluruh warganya menunda perjalanan ke Arab Saudi menyusul meningkatnya risiko keamanan akibat serangan rudal dan drone yang menargetkan penerbangan sipil serta infrastruktur energi. Imbauan itu diterbitkan pada Selasa (13/10/2026).
MFA menyebut serangan terhadap fasilitas dan rute penerbangan meningkat sejak Juli 2026. Dikutip dari Anadolu, beberapa bandara di Riyadh, Abha, Dammam, Khamis Mushait, Najran, dan Jizan dilaporkan menjadi sasaran dalam beberapa pekan terakhir, dan serangan berulang terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sempat menyebabkan gangguan operasional dan pengalihan penerbangan.
Warga Singapura yang berada di Arab Saudi diminta menghindari perjalanan ke Bandara Internasional King Khalid dan wilayah berisiko tinggi hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak. MFA meminta warganya terus memantau berita lokal, mematuhi instruksi otoritas setempat, menghubungi maskapai untuk informasi penerbangan terbaru, memastikan status penerbangan pada hari keberangkatan, dan mempertimbangkan pembelian asuransi perjalanan.
"Dengan meningkatnya risiko keamanan, warga Singapura disarankan menunda seluruh perjalanan ke Arab Saudi," kata Kementerian Luar Negeri Singapura, Selasa (13/10/2026).
Advertisement
MUIS Minta Jemaah Pertimbangkan Menunda Umrah
Sehari setelah imbauan MFA, Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) meminta warga yang berencana menunaikan umrah untuk memperhatikan anjuran tersebut dan mempertimbangkan penundaan sementara perjalanan ke Arab Saudi. MUIS mengeluarkan pernyataan melalui situs web dan akun media sosialnya.
"Kami memahami betapa berartinya perjalanan umrah bagi para jemaah dan keluarga mereka. Bagi banyak orang, ini merupakan perjalanan iman yang sangat pribadi, yang telah mereka nantikan, persiapkan, dan tabung biayanya selama beberapa waktu," kata MUIS dalam imbauan terpisah yang dipublikasikan melalui situs web dan media sosialnya.
MUIS mengatakan pihaknya sedang berkomunikasi dengan agen perjalanan umrah untuk mendorong fleksibilitas bagi jemaah dalam penjadwalan ulang atau penundaan bila memungkinkan, serta meminta agen menyediakan informasi yang jelas. "Kami menyadari bahwa jemaah mungkin menghadapi konsekuensi finansial bukan karena kesalahan mereka sendiri. Kami meminta para operator menangani kasus-kasus tersebut dengan penuh perhatian, adil, dan pengertian," kata MUIS.
Bagi warga Singapura yang saat ini berada di Arab Saudi, MUIS mengimbau tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat dan MFA, serta terus berkomunikasi dengan operator perjalanan dan maskapai. "Kami menghargai kesabaran dan pengertian masyarakat serta mendorong para jemaah dan keluarga mereka untuk terus mengikuti imbauan resmi seiring perkembangan situasi," kata MUIS.
Advertisement
Serangan Houthi Memicu Penutupan Bandara dan Korban Jiwa
Imbauan perjalanan Singapura ini muncul setelah serangkaian serangan mematikan di Arab Saudi yang menimbulkan gangguan luas. Insiden paling serius melibatkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh ditutup setelah serangan rudal pada Sabtu yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Serangan itu diklaim oleh kelompok Houthi di Yaman, yang disebut-sebut bersekutu dengan Iran, dan dinilai sebagai serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.
Pada Minggu berikutnya, terjadi serangan lain yang menewaskan satu orang dan melukai hampir selusin orang. Houthi menyatakan serangkaian serangan ini merupakan eskalasi dalam perang di Yaman; konflik itu melibatkan dukungan Riyadh terhadap pemerintah Yaman yang diakui internasional melawan kelompok Houthi.
Kelompok Houthi juga mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap bandara-bandara di Arab Saudi, dengan pengecualian kota suci Makkah dan Madinah, dan memperingatkan penumpang agar tidak bepergian. "Bandara-bandara dan wilayah udara terpapar serangan dan menjadi medan operasi pasukan kami," tulis juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui platform X.