Lima Orang Tewas dalam Penembakan Massal yang Sangat Jarang Terjadi di Inggris

Penembakan massal jarang terjadi di Inggris dan regulasi senjata semakin diperketat setelah seorang pria yang memiliki izin kepemilikan senjata menyerbu sebuah sekolah di Dunblane, Skotlandia pada 1996 dan menembak siswa dan guru, menewaskan 17 orang.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Lima Orang Tewas dalam Penembakan Massal yang Sangat Jarang Terjadi di Inggris
Ilustrasi Penembakan Senjata Api. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Polisi menyampaikan lima orang tewas dalam penembakan massal yang jarang terjadi di Inggris, setelah seorang pria bersenjata menembak di sebuah rumah di kota Plymouth, Inggris barat daya.

Polisi bersenjata dan paramedis diterjunkan ke kawasan Keyham, Plymouth, dengan dermaga kota, sekitar pukul 18.10 waktu setempat pada Kamis malam.

Empat orang; dua perempuan dan dua pria, dikonfirmasi tewas di TKP, sementara perempuan ketiga yang menjadi korban meninggal di rumah sakit. Hal ini disampaikan Kepolisian Devon dan Cornwall dalam sebuah pernyataan pada Jumat pagi.

“Seorang pria, diyakini pelaku juga tewas di TKP. Semua diyakini tewas karena luka tembak,” jelas pernyataan tersebut, dilansir Al Jazeera, Jumat (13/8).

“Kepolisian Devon & Cornwall dapat menekankan ini bukanlah insiden yang berkaitan dengan terorisme,” lanjutnya.

Inggris memiliki aturan yang ketat terkait kepemilikan senjata dan salah satu negara dengan tingkat penembakan terendah di dunia. Penembakan massal jarang terjadi di negara ini dan regulasi senjata semakin diperketat setelah seorang pria yang memiliki izin kepemilikan senjata menyerbu sebuah sekolah di Dunblane, Skotlandia pada 1996 dan menembak siswa dan guru, menewaskan 17 orang.

Sharon Turner (57) yang tinggal di belakang TKP penembakan menyampaikan kepada koran The Times, pria bersenjata itu mendobrak pintu depan rumah korban sebelum menembak seorang ibu muda dan putrinya yang berusia 5 tahun. Turner mengatakan, dia diceritakan pria tersebut, yang berpakaian hitam dan abu-abu, membawa senjata semi otomatis.

Pelaku kemudian melarikan diri melewati sebuah taman di belakang rumah tersebut.

“Kami mendengar sejumlah dentuman keras yang bisa saya katakana terdengar seperti tembakan,” ujarnya.

“Lalu dia lari ke taman dan semakin banyak tembakan.”

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel menyebut insiden tersebut “mengejutkan” dan meminta warga mengikuti anjuran kepolisian. Polisi telah memasang garis polisi di TKP dan mengatakan penyelidikan berlanjut.

Rekomendasi