Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lantaran krisis ekonomi, orangtua di Venezuela tega telantarkan anak

Lantaran krisis ekonomi, orangtua di Venezuela tega telantarkan anak Anak-anak Venezuela ekspresikan kelaparan lewat gambar. ©REUTERS/Carlos Jasso

Merdeka.com - Dilanda krisis ekonomi berkepanjangan, orangtua di Venezuela terpaksa menelantarkan anak-anak mereka. Dengan pendapatan hanya USD 50 (setara RP 669 ribu) per bulan, mereka merasa tidak mampu membesarkan anak-anaknya. Oleh sebab itu, mereka menyerahkan anak-anak dengan sukarela kepada pihak lain.

Menurut keterangan tiga dewan lokal dan empat kelompok kesejahteraan nasional, angka para orang tua yang menyerahkan anak-anak mereka ke negara, badan amal, teman-teman dan keluarga semakin meningkat tiap tahunnya.

"Lebih baik merelakan dia kepada keluarga baru, daripada menjerumuskannya di dunia prostitusi, narkoba, atau membiarkannya mati kelaparan," kata Zulay Pulgar, seperti dilansir dari laman Daily Mail, (Jumat (16/12).

Pulgar terpaksa menyerahkan salah satu dari tujuh anaknya yang masih berusia enam tahun untuk dibesarkan keluarga lain. Sebab, Pulgar dan anggota keluarganya hanya mengandalkan uang pensiunan sebesar USD 6 (setara Rp 80 ribu) setiap bulannya.

Kasus lain yang terjadi di negara tersebut adalah orangtua yang menelantarkan anak-anak mereka dengan cara membuangnya begitu saja.

Bulan lalu, bayi laki-laki ditemukan dalam plastik sampai di wilayah Caracas. Selain itu, anak kurang gizi berusia satu tahun juga ditemukan di sebuah kotak kardus di kota Ciudad Guayana.

Hingga saat ini, pemerintah belum merilis data tentang jumlah orangtua yang menyerahkan anaknya kepada pihak lain. Namun, dipastikan jumlah tersebut akan semakin bertambah jika penanggulangan krisis belum juga ditemukan. (mdk/che)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP