Koran AS Sebut China Tawarkan Dana Talangan untuk Atasi Kasus Megakorupsi Malaysia

Rabu, 9 Januari 2019 20:21 Reporter : Merdeka
Koran AS Sebut China Tawarkan Dana Talangan untuk Atasi Kasus Megakorupsi Malaysia Skandal 1MDB menyeret PM Najib. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Surat kabar the Wall Street Journal melaporkan para pejabat senior China menawarkan bantuan dana talangan kepada Malaysia, untuk mengatasi kerugian yang disebabkan megakorupsi 1MDB. Harian asal Amerika Serikat itu mengutip hasil pertemuan perwakilan kedua negara di Beijing.

Pemerintah China diduga mengatakan kepada para delegasi Malaysia, yang datang berkunjung belum lama ini, bahwa Beijing akan menggunakan pengaruhnya untuk membuat AS dan pihak internasional menarik tuduhan bahwa mantan Perdana Menteri Najib Razak --dan para sekutunya-- menjarah dana investasi tersebut.

Sebagai imbalannya, sebagaimana dikutip dari The Star Online pada Selasa (8/1), Malaysia disebut menawarkan saham dalam proyek perpanjangan rel kereta dan pipa, sebagai bagian dari inisiatif Jalur Sutera Baru, atau One Belt One Road.

Tidak ada konfirmasi resmi dari otoritas kedua negara tentang bocoran informasi tersebut. Namun, kementerian luar negeri China sebelumnya membantah bahwa uang dalam program investasi raksasa itu digunakan untuk membantu menyelamatkan dana 1MDB.

Sebagaimana diketahui, 1MDB berada di pusat skandal global karena melibatkan klaim penggelapan dan pencucian uang di berbagai negara. Penanganan kasus ini bahkan hingga melibatkan otoritas hukum dari Amerika Serikat, Malaysia, dan Singapura, yang turut melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan 1MDB.

Sementara itu, Najib Razak telah didakwa dengan puluhan tuduhan terkait 1MDB, yang meliputi kasus korupsi, pelanggaran kepercayaan dan pencucian uang.

Dia juga dituduh mengubah laporan audit pemerintah menjadi dana untuk melindungi dirinya dari tindak pidana, perdata, atau peraturan.

Namun, Najib berkeras membantah melakukan kesalahan dan mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut.

Sementara itu, firma investasi berbasis di Amerika Serikat, Goldman Sachs, diduga mengalami kerugian senilai USD 600 juta (setara Rp 8,7 triliun) atas keterlibatannya dalam pusaran korupsi 1MDB.

Sebuah laporan dari The New York Times merinci implikasi hukum yang berpotensi dihadapi oleh Goldman Sachs setelah firma itu didakwa oleh Kementerian Hukum AS (DoJ) atas dugaan campur tangannya dalam 1MDB.

Nominal itu, menurut The Times, dapat berkurang jika Goldman Sachs bersedia untuk bekerja sama dengan aparat dalam penyelidikan atas kasus tersebut, demikian seperti dikutip dari The Malay Mail.

Goldman Sachs dikatakan telah menerima USD 600 juta sebagai penghasilan untuk mengamankan tiga transaksi obligasi untuk 1MDB pada 2012 dan 2013, sebesar sekitar US$ 6,5 miliar (setara Rp 95 triliun).

DoJ juga sudah mengajukan tuntutan yang mengklaim bahwa uang sebanyak USD 2,7 miliar (Rp 39 T) dari obligasi itu telah digelapkan.

Menurut laporan The Times yang sama, skandal 1MDB sejauh ini menyebabkan saham Goldman Sachs jatuh; sahamnya anjlok 20 persen sejak tuduhan DoJ muncul.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini